Jateng data lahan pertanian terkena banjir

id sawah banjir,banjir jateng,banjir pantura,banjir demak, banjir grobogan,banjir kudus,banjir jepara,sekda jateng,sekretar

Jateng data lahan pertanian terkena banjir

Sawah yang terendam banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/A Nazaruddin

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) segera melakukan pendataan lahan-lahan pertanian di berbagai kabupaten/kota di wilayah ini yang terdampak banjir dan berakibat gagal panen.

Sekretaris Daerah ProvinsJateng Sumarno, di Semarang, Rabu, menyebutkan setidaknya ada sembilan daerah yang dilanda banjir, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, Pekalongan, Kudus, Grobogan, Jepara, Kendal, Blora, dan Pati.

Menurut dia, upaya yang dilakukan pascabanjir, meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul-tanggul sungai, hingga pendataan areal pertanian yang terdampak banjir.

"Perlu ada normalisasi sungai. Ini perlu koordinasi dengan pemerintah pusat karena kewenangannya BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana," katanya, saat menerima kunjungan Komisi VIII DPR RI.

Selain normalisasi sungai dan perbaikan tanggul, ia mengatakan bahwa penanganan yang mendesak dilakukan adalah pendataan petani yang lahannya terendam banjir dan mengalami puso (gagal panen) karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

"Setelah ini, kami juga segera memerintahkan Dinas Pertanian untuk memantau pendataan para petani yang terkena dampak banjir," katanya lagi.

Sumarno menambahkan bahwa Pemprov Jateng bekerja sama dengan berbagai instansi telah menyalurkan bantuan darurat kepada kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Jateng segera mendata lahan pertanian terdampak banjir
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024