Kulon Progo (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan jembatan baru Trisik Galur - Pandansimo yang menghubungkan Kulon Progo dan Bantul belum dapat dilewati untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Kepala Satlantas Polres Kulon Progo AKP Priya Tri Handaya di Kulon Progo, Senin, mengatakan berdasarkan hasil uji coba, jembatan baru Trisik Galur - Pandansimo belum dapat dioperasikan untuk dilewati kendaraan saat arus mudik dan arus balik.
"Hasil koordinasi dan uji coba dengan dinas teknis, jembatan baru Trisik Galur - Pandansimo belum dapat dioperasikan," kata Priya.
Ia mengatakan Polres Kulon Progo telah menyiapkan skenario lalu lintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan jalan nasional. Dua jalur ini akan dilewati pemudik walau tidak seramai dari arah Sleman.
"Kami terutama menyiapkan rekayasa lalu lintas di Simpang Tugu Brosot JJLS, sebab biasanya di sana terjadi penumpukan saat libur Lebaran," katanya.
Priya mengatakan rekayasa di Simpang Tugu Brosot perlu dilakukan mengingat kendaraan akan melewati Jembatan Srandakan 2. Sedangkan kondisi jembatan saat ini juga tidak mampu menahan beban banyak kendaraan sejak jebolnya dam Sungai Progo di sisi selatan jembatan.
Selain di kawasan Jembatan Srandakan, Satlantas Polres Kulon Progo juga berupaya meminimalisasi penumpukan kendaraan di Jembatan Glagah, termasuk di Simpang YIA dan Simpang Karangnongko di jalan nasional.
"Sebab di titik-titik itu rawan terjadi kepadatan saat musim arus mudik dan arus balik," katanya.
Dia memperkirakan puncak arus mudik di wilayah Kulon Progo terjadi pada 28 Maret atau bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Sedangkan kepadatan saat liburan diprediksi terjadi saat H+2 Lebaran.
"Puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) sebelum perayaan Nyepi," katanya.
Sementara itu Wakapolres Kulon Progo Kompol Martinus Griavinto Sakti mengatakan Polres Kulon Progo telah menyiapkan Operasi Ketupat Progo 2025 dalam mengamankan mudik Lebaran. Polres Kulon Progo menerjunkan 306 personel dalam operasi ini.
"Fokus kami selama operasi adalah memastikan kelancaran lalu lintas, mencegah terjadinya kecelakaan dan fatalitas, serta mengamankan kegiatan masyarakat saat Lebaran," katanya.