Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp329,09 miliar kepada Komisi V DPR RI guna menutup kekurangan kebutuhan belanja pada Tahun Anggaran (TA) 2026. Tambahan ini diperlukan untuk memperkuat implementasi lima program prioritas yang dinilai strategis dalam pengembangan kawasan transmigrasi dan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan Surat Bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan pada Mei 2025, pagu indikatif Kementrans pada APBN 2026 hanya mencapai Rp1,9 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp564,4 miliar untuk dukungan manajemen, dan sisanya sebesar Rp1,33 triliun atau sekitar 70,33 persen dialokasikan untuk program teknis.
Baca juga: Bantul membuka program transmigrasi untuk pemberangkatan tahun 2025
“Anggaran tersebut terdiri dari dukungan manajemen sebesar Rp564.405.656.000. Adapun program teknis sebesar Rp1.337.635.128.000 atau 70,33 persen (dari total pagu indikatif),” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam rapat kerja di Jakarta, Senin (7/7).
Namun, total kebutuhan anggaran dari seluruh unit kerja di bawah Kementrans mencapai Rp2,23 triliun, meninggalkan selisih kekurangan sebesar Rp329,09 miliar. Adapun rincian kebutuhan tersebut meliputi:
Sekretariat Jenderal: Rp541,62 miliar: Inspektorat Jenderal: Rp32,28 miliar; Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi: Rp731,28 miliar; Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi: Rp925,94 miliar
Mentrans menjelaskan bahwa lebih dari 60 persen dari total kebutuhan anggaran akan diarahkan untuk melaksanakan lima program prioritas nasional yang mencerminkan pendekatan berbasis kawasan, lokalitas, dan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Sebanyak 85 KK di DIY antre ingin jadi transmigran
1. Program Trans Tuntas – Rp34,05 Miliar
Program ini bertujuan mempercepat legalitas lahan transmigrasi melalui penerbitan SK dan Sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas 2.308,79 hektare. Selain itu, program ini juga menyasar penyelesaian 26 kasus agraria dan penerbitan SHM untuk 15.687 bidang tanah.
2. Program Trans Lokal – Rp127,87 Miliar
Fokus pada pembangunan infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi lokal: 280 rumah, lima fasilitas umum, jalan sepanjang 3,1 kilometer, tiga amfiteater, dan tiga sarana olahraga. Program ini juga menyertakan bantuan catu pangan dan sarana pertanian untuk 280 keluarga.
Baca juga: Disnakertrans Bantul rampungkan pekerjaan padat karya infrastruktur pada 195 lokasi
3. Program Trans Patriot – Rp830,5 Miliar
Ini merupakan program strategis jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda transmigran unggul, mencakup pembangunan delapan tower mess, sembilan fasilitas umum, empat sarana olahraga, beasiswa S2 dan S3 bagi 1.500 orang, serta dana penelitian untuk 225 anggota Tim Ekspedisi Patriot.
4. Program Trans Karya Nusa – Rp95,94 Miliar
Bertujuan mengembangkan produk unggulan daerah transmigrasi. Kegiatan meliputi pembangunan rumah, penyediaan bantuan perbekalan bagi 20 keluarga, 10 infrastruktur produk unggulan, pendampingan 25 kelompok masyarakat, serta promosi hasil produksi lokal.
5. Program Trans Gotong Royong – Rp56,86 Miliar
Fokus pada rehabilitasi sarana dan prasarana publik: 47 sekolah, 16,17 km jalan, 115 meter jembatan, 72 unit air bersih, serta penyusunan rencana teknis pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi.
Baca juga: Program transmigrasi tahun 2025 Kabupaten Bantul, tunggu regulasi pusat
Baca juga: Disnakertrans Bantul seleksi daftar tunggu transmigrasi hingga tersisa 30 keluarga
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementrans ajukan tambahan anggaran Rp329,09 miliar untuk tahun 2026
