BKKBN DIY menginisiasi terbentuknya forum kehumasan antarinstansi

id BKKBN DIY ,Forum Kehumasan BKKBN ,Kemendukbangga

BKKBN DIY menginisiasi terbentuknya forum kehumasan antarinstansi

Nur Istibsaroh, Kepala Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Yogyakarta (kiri) selaku pemateri, Danarto (Pranata Humas Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (tengah) selaku moderator) dan Ditya Nanaryo Aji selaku Koordinator Fungsi Kehumasan Diskominfo DIY (kanan) pada Forum Kehumasan di Kantor BKKBN DIY, Senin (14/7/2025). ANTARA/HO-Rizqa Ayu

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menginisiasi terbentuknya Forum Kehumasan Pengelola Program Pemberdayaan dan Penguatan Ketahanan Keluarga dan mendorong adanya kolaborasi kehumasan antarinstansi.

"Di tengah teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini, yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan humas adalah kepanjangan tangan di masing-masing instansi," kata Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) DIY Iqbal Apriansya saat membuka Forum Kehumasan di Kantor BKKBN DIY, Senin.

Menurut dia, forum Kehumasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem komunikasi publik antarinstansi.

"Selain itu juga menjadi ajang berbagi pengalaman, membangun jaringan kerja sama dan sinergi dalam menghadapi krisis informasi yang sering kali muncul secara mendadak," katanya.

Iqbal mengajak para humas saat mengupload berita, foto, dan caption tidak sekadar mengunggah, tetapi mengedepankan konten sebagai perwujudan negara hadir di masing-masing kegiatan dengan pendekatan yang berbeda.

"Sangat penting membagikan informasi secara akurat, karena masyarakat kini semakin cerdas dan kritis dalam menyaring informasi. Bila humas pemerintah ikut-ikutan menyebarkan informasi yang tidak akurat, maka kepercayaan publik bisa runtuh dalam sekejap," katanya.

Iqbal mengatakan, untuk koordinasi antarhumas di berbagai level pemerintahan, masyarakat tidak melihat batas antara kementerian, dinas provinsi, atau kabupaten/kota, karena semua dianggap satu suara yang mewakili pemerintah.

"Oleh karena itu, respons humas terhadap suatu isu harus selaras dan tidak saling bertentangan," katanya.

Iqbal dalam kesempatan itu juga menyampaikan QUICK WIN yang menjadi prioritas Kemendukbangga yakni Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya); Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting); Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI); AI SuperApps Tentang Keluarga; dan Lansia berdaya.

Forum Kehumasan, kata dia, diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem komunikasi publik antarinstansi.

"Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, forum ini juga ditujukan untuk membangun jaringan kerja sama dan sinergi dalam menghadapi krisis informasi yang kerap kali muncul secara mendadak dan masif di ruang digital," katanya.

Forum tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ditya Nanaryo Aji selaku Koordinator Fungsi Kehumasan Diskominfo DIY yang berbagi pengalaman dalam menangani komunikasi krisis dan pentingnya koordinasi lintas instansi saat isu besar mencuat ke permukaan.

Nur Istibsaroh, Kepala Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Yogyakarta sebagai pembicara kedua berbagi strategi efektif dalam penyebaran informasi melalui media release. Ia menekankan pentingnya membuat rilis dengan struktur piramida terbalik, gaya penulisan yang lugas, berlandaskan data yang akurat, dan media yang digunakan sesuai.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.