Logo Header Antaranews Jogja

AHY : Pengembangan kereta api untuk mengurangi beban jalan raya

Selasa, 17 Maret 2026 18:12 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Selasa (17/3/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, pengembangan sektor kereta api perlu terus dilakukan agar bisa mengurangi beban di jalan raya.

"Dari survei yang dilakukan oleh Kemenhub, 143,9 juta perjalanan akan terjadi selama musim Lebaran ini dan 52 persen menggunakan kendaraan pribadi," kata AHY di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, secara fasilitas PT Kereta Api Indonesia sudah cukup memadai dan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pelayanan.

AHY mengatakan bawa semangat untuk mengembangkan sektor kereta api juga perlu dilakukan untuk mengurangi beban jalan raya, karena dari survei Kemenhub pada arus mudik Lebaran ini terdapat 143,9 perjalanan dengan 52 persen menggunakan kendaraan pribadi, nomor dua menggunakan sepeda motor dan ketiganya bus umum.

Dari data tersebut kata AHY, semuanya menggunakan jalan, sehingga akan terjadi konsentrasi peningkatan kepadatan bahkan harus diantisipasi sejumlah kemacetan di jalan-jalan arus utama.

"Semangat mengembangkan sektor kereta api ini juga dalam rangka mengurangi beban di jalan raya," ujarnya.

Ia menambahkan, ketika infrastruktur kereta api terus bertambah maka akan lebih banyak masyarakat yang menggunakan kereta.

Untuk itu, kata AHY kebijakan mengembangkan sektor kereta api akan memberikan opsi kepada masyarakat luas dalam aspek transportasi dan konektivitas.

"Dengan catatan, keretanya siap, jumlah gerbong semakin banyak tempat duduknya semakin banyak relnya kuat," katanya menambahkan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini kata AHY salah satu tujuan dari pengembangan kereta api



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026