Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan pendampingan terhadap keluarga ADK (14), pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang melakukan bunuh diri karena memiliki masalah di internal keluarga.
"Kami dari pemkab akan melakukan pendampingan kepada keluarga, terutama juga kepada adik dan kakaknya yang masih usia anak-anak," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Bantul Ninik Istitarini di sela mengunjungi rumah ADK di Bantul, Kamis.
Selain kepada adik, kata dia, pendampingan psikologi juga dilakukan terhadap orang tua, terutama ibu, karena merupakan segmen yang berada di bawah perlindungan instansinya.
Baca juga: Buku "Pulih dari Trauma" hilangkan persepsi trauma
"Karena memang kami tahu ada sedikit masalah di keluarga ini. Dan khusus untuk kasus ini, secara umum menjadi introspeksi untuk kita semuanya, terutama kami mewakili dari Pemkab Bantul supaya ini menjadi introspeksi dan perbaikan ke depan," katanya.
Dia mengatakan terlebih persoalan internal yang dialami keluarga hingga membuat ADK nekat berbuat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri tersebut tidak diduga sebelumnya, sehingga harapannya kasus serupa tidak terulang lagi.
"Karena memang sekarang ini kasus kasus bullying (perundungan) yang barangkali harus terus kita kampanyekan untuk anti-bullying, karena kadang kadang mereka anak anak itu tidak menyadari, baik korban maupun pelakunya itu kalau dia melakukan bullying," katanya.
Baca juga: Tim Psikologi UMBY ajak mahasiswa rantau bangun hubungan sosial
Dalam mencegah kasus bunuh diri di masyarakat karena faktor internal keluarga, pihaknya sudah mempunyai UPTD Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), yang siap melakukan bimbingan konseling dan pendampingan.
"Seperti dalam kasus ini si anak mungkin dia menanggung beban yang dia tidak bisa sampaikan ke siapapun. Dan kami sudah punya Puspaga, tetapi barangkali belum bisa menjangkau ke seluruh Kabupaten Bantul," katanya.
Pada Rabu (23/7), sekitar 06.10 WIB di Pedukuhan Kajor Kulon, Kelurahan Selopamioro, Imogiri terjadi orang meninggal karena gantung diri. Korban adalah ADK, kelahiran 30 Maret 2011.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, korban dan adik korban ditinggal oleh orang tuanya yang telah bercerai dan keseharian diasuh oleh kakek neneknya.
