Wali Kota Yogyakarta mewacanakan layanan valet atasi parkir liar

id parkir valet,parkir liar,digitalisasi parkir,Wali Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta mewacanakan layanan valet atasi parkir liar

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mewacanakan penerapan layanan parkir valet untuk memarkir kendaraan sebagai salah satu solusi menertibkan parkir liar di sejumlah titik di sepanjang kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

"Saya mempertimbangkan beberapa titik parkir yang tidak boleh untuk parkir, tapi masih untuk parkir, apakah bisa dimungkinkan untuk seperti semacam valet itu," ujar Hasto di Balai Kota Yogyakarta, Senin.

Menurut Hasto, skema parkir valet memungkinkan petugas mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir resmi yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Dia menilai langkah tersebut bisa menjadi solusi persoalan parkir di lokasi padat yang selama ini sulit dikendalikan secara konvensional.

"Nanti dibawa ke tempat parkir yang disarankan, kemudian nanti kita layani orang yang mau parkir di situ. Itu saya pertimbangkan ya," kata dia.

Selain layanan parkir valet, menurut Hasto, Pemkot Yogyakarta juga bakal mempercepat penerapan digitalisasi pembayaran parkir dengan sistem QRIS di Kota Gudeg.itu.

Menurut dia, dari sebanyak 700 lebih titik parkir tepi jalan umum di kota ini, baru 10 titik yang sudah mulai menerapkan sistem digital tersebut.

"Penerapan digital parking ini akan saya percepat karena titik parkir itu ada 700 lebih, sementara yang sudah digital baru 10 titik, sehingga salah satu upaya menekan supaya tidak ada nuthuk (menaikkan tarif tidak wajar)," ujarnya.

Hasto menargetkan sepanjang tahun 2025 sistem digitalisasi parkir bisa mencakup 80 persen dari seluruh titik parkir yang ada di Kota Yogyakarta.

"Kalau 100 persen saya kira berat, tapi kalau bisa 80 persen sudah bagus saya kira," ucapnya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.