1,67 juta ton minyak tujuan India tertahan di Selat Hormuz

id Selat Hormuz,India,Minyak mentah

1,67 juta ton minyak tujuan India tertahan di Selat Hormuz

Sebuah kapal komersial terlihat berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab, di Selat Hormuz, Dubai pada 2 Maret 2026. Peningkatan lalu lintas maritim menyebabkan penumpukan kapal yang menunggu di dekat Dubai, menyoroti pentingnya strategis selat tersebut, yang menangani 20 persen perdagangan energi global. ANTARA/Stringer/Anadolu/pri.

Moskow (ANTARA) - Lebih dari 1,67 juta ton minyak mentah, 320.000 ton gas minyak cair (LPG), serta sekitar 200.000 ton gas alam cair (LNG) tujuan India tertahan di Selat Hormuz karena masih menunggu izin, kata Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Perairan India Rajesh Kumar Sinha.

"Sebanyak 1,67 juta ton minyak mentah India, 3,2 lakh ton LPG, dan sekitar dua lakh ton LNG tertahan di 22 kapal berbendera India yang tertahan di Teluk Persia, menunggu untuk melewati Selat Hormuz," kata Kumar Sinha seperti dikutip surat kabar The Times of India, Rabu.

Dia menambahkan bahwa seluruh 611 pelaut di 22 kapal tersebut selamat.

Baca juga: Trump: AS tak butuh lagi bantuan NATO untuk amankan Selat Hormuz

Baca juga: Negara-negara Eropa tolak seruan AS kerahkan pasukan ke Selat Hormuz

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran, termasuk Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika di Timur Tengah.

Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Penghentian lalin itu berpengaruh terhadap ekspor dan produksi minyak kawasan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 1,67 juta ton minyak tujuan India tertahan di Selat Hormuz

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.