Logo Header Antaranews Jogja

Pelatih Dewa United akui timnya kalah di transisi hadapi Malut United

Minggu, 10 Agustus 2025 10:25 WIB
Image Print
Pelatih Dewa United Banten FC Johannes Hendrikus Olde Riekerink kiri dan penyerang sayap kiri Dewa United Banten FC, Taisei Marukawa usai laga pertandingan melawan Malut FC di Banten International Stadium, Kota Serang, Sabtu (9/8/2025). ANTARA/Devi Nindy

Serang (ANTARA) - Pelatih Dewa United Banten FC Johannes Hendrikus Olde Riekerink mengakui timnya kalah dalam duel transisi cepat saat ditaklukkan Malut United FC 1-3 pada laga pembuka BRI Super League di Banten International Stadium, Kota Serang, Sabtu (9/8) malam.

“Kita tahu kekuatan Malut FC ada di transisi. Gol pertama adalah transisi, gol kedua kesalahan individu, dan gol ketiga transisi. Jadi semoga ini menjadi pelajaran besar,” kata Riekerink usai laga.

Menurutnya, tim sebenarnya memiliki ekspektasi tinggi untuk mendominasi pertandingan sebagaimana yang dibicarakan dalam persiapan, namun gagal menerjemahkannya di lapangan.

“Satu bagian bisa kita lakukan, satu bagian lagi tidak. Pada akhirnya kita tidak mendapatkan poin,” katanya menambahkan.

Baca juga: Dewa United kalah 1-3 dari Malut United

Ia menilai, kesalahan di awal babak kedua menjadi titik balik. “Kita bermain dua menit, lalu Wahyu Prasetyo membuat kesalahan, dan itu menjadi 2-0. Itu juga mempengaruhi mental tim,” katanya.

Meski tertinggal 0-3, Riekerink mengaku sempat merasa timnya masih bisa membalikkan keadaan. “Sepuluh menit sebelum akhir, saya masih merasa bisa mencetak tiga gol. Setelah skor 3-1, kita dapat peluang, saya yakin bisa 3-3,” ujarnya.

Namun peluang tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol tambahan. “Kita dibunuh dengan transisi. Itu kualitas Malut, mereka sangat kuat, pelari, dan secara fisik bisa menahan bola. Cara main mereka berbeda dengan kita,” kata pelatih asal Belanda itu.

Baca juga: Hendri Susilo: Kami berjuang bersama melawan Dewa United

Riekerink menegaskan kekalahan di kandang pada laga perdana ini harus menjadi pelajaran penting. “Kita bermain di stadion kita, di pertandingan pertama, dan itu semua mengecewakan. Kita harus belajar dari permainan ini,” ujarnya.

Sementara itu, penyerang sayap kiri Dewa United Banten FC, Taisei Marukawa, menyebut gol cepat lawan membuat jalannya pertandingan semakin berat. “Ini adalah permainan yang sulit karena mereka cetak gol cepat dan melakukan serangan balik. Tapi bagi saya, permainan ini sudah selesai. Kita bisa fokus ke pertandingan selanjutnya,” kata Marukawa.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026