Bappenas: Arah pembangunan Indonesia butuh langkah strategis

id bappenas, pembangunan,Indonesia, ekonomi, arah pembangunan,langkah strategis

Bappenas: Arah pembangunan Indonesia butuh langkah strategis

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto memaparkan materi bertajuk Transformasi Menuju Ekonomi Inovatif Berkelanjutan dalam seminar Economics Talk yang diselenggarakan HIMEPSA FEB UGM di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025). ANTARA/Anwar Annas Rifa'i

Yogyakarta (ANTARA) - Deputi Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana menegaskan bahwa arah pembangunan Indonesia ke depan membutuhkan langkah yang strategis agar mampu menghadapi tantangan global dan juga menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, pada Seminar Nasional Economics Talk, Sabtu (27/9/2025).

Ia menjelaskan semua dinamika global mulai dari konflik internasional, ketidakpastian pemulihan ekonomi, hingga risiko stagnasi pertumbuhan, menjadi salah satu faktor yang harus ditinjau dengan serius. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga harus menyentuh kualitas hidup masyarakat.

“Development has to be more than just the accumulation of wealth and the growth of gross national product. It has to be concerned with enhancing the lives we live and the freedom we enjoy. Inilah yang menjadi dasar bagaimana kita ingin melangkah ke depan,” ujar Eka.

Eka mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas dengan Gross National Income (GNI) per kapita yang meningkat cukup tinggi dibanding dua dekade lalu, namun capaian ini bukan akhir dari perjalanan pembangunan.

“Kalau kita lihat beberapa negara seperti Korea dan China, mereka tidak berhenti hanya di level middle income. Indonesia pun harus melangkah menuju tingkat yang lebih tinggi dengan memperhatikan kualitas Pembangunan manusia,” tambahnya.

Menurutnya terdapat tantangan yang perlu untuk diperhatikan lagi di antaranya, adalah tingkat kemiskinan dan pengangguran yang meski sudah menurun tapi tetap menjadi salah satu masalah, serta kualitas modal manusia yang dinilai masih rendah dibandingkan negara lain. Human Capital Index Indonesia juga harus ditingkatkan agar daya saing bangsa semakin kuat.

Eka juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektoral. Ketiga hal tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling terhubung agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai transformasi menuju ekonomi inovatif berkelanjutan menjadi kunci agar Indonesia dapat menghadapi ketidakpastian global dan juga mampu menciptakan peluang baru.

Ia menjelaskan terdapat beberapa aspek penting yang harus diperkuat. Pertama, sektor-sektor yang tumbuh di atas rata-rata, termasuk industri kreatif, perlu terus dikembangkan karena memiliki daya saing yang tinggi. Kedua, generasi muda yang harus berani menciptakan dan memodifikasi karya, bukan hanya sekadar meniru.

“Kreativitas adalah ujung tombak. Generasi muda perlu berani menciptakan dan memodifikasi supaya bisa bersaing. Namun jika tidak bisa mengomersialisasikan karya, maka harus berkolaborasi dengan pihak yang bisa bekerja sama,” ujar Eko.

Aspek ketiga yaitu kewirausahaan yang menjadi faktor penentu produktivitas nasional. Keempat, mampu berkolaborasi, terutama antara kreator dengan pihak yang dapat mengelola pasar. Kelima, etika dan tanggung jawab sosial, yang harus melekat di diri generasi muda di tengah ramainya arus digitalisasi.

“Digitalisasi memiiki kecenderungan membuat orang asosial. Yang bisa menang Adalah mereka yang bisa menggabungkan kemampuan digital dengan mindset etis. Jadi tahu mana yang perlu dibagikan, mana yang tidak. Jangan hanya sekadar mengejar viral, tapi harus berkontribusi positif,” tegas Eko.

Baik Eka maupun Eko mereka sepakat bahwa transformasi ekonomi Indonesia tidak hanya butuh arah kebijakan makro yang tepat, tetapi juga keterlibatan generasi muda sebagai penggerak inovasi. Dengan adanya kombinasi dari kebijakan yang konsisten dan kreativitas generasi muda yang produktif, Indonesia dapat dengan mudah melangkah ke level pembangunan selanjutnya.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.