Mengenal lebih dekat Rektor UMY Prof. DR. Achmad Nurmandi

id UMY,Rektor UMY,Prof. DR. Achmad Nurmandi

Mengenal lebih dekat Rektor UMY Prof. DR. Achmad Nurmandi

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. DR. Achmad Nurmandi.FOTO ANTARA

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. DR. Achmad Nurmandi berbagi kisah perjalanan akademik, pencapaian, serta pandangan hidup yang membentuk dirinya hingga berada pada posisi sekarang.

Dalam menggambarkan sosoknya, ia memilih tiga kata kunci yang menurutnya mewakili prinsip hidup, yaitu disiplin, visioner, dan teamwork.

"Disiplin artinya menepati janji dan komitmen. Visioner berarti berpikir ke depan serta mampu mengantisipasi tantangan. Sementara teamwork adalah kemampuan bekerja sama, menggerakkan, sekaligus menginspirasi orang lain," ujarnya.

Prof. Nurmandi dikenal aktif meneliti dan mempublikasikan artikel jurnal, khususnya di bidang teknologi informasi dan pemerintahan. Konsistensi tersebut mengantarkan dirinya masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan dengan sitasi tertinggi di dunia pada 2024.

"Pada 2024 saya masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Dari bidang saya, hanya ada 124 ilmuwan yang masuk kategori tersebut, dan saya salah satunya. Artinya, karya-karya saya diakui serta dirujuk oleh masyarakat akademik internasional," katanya.

Pencapaian itu tidak datang begitu saja. Setiap tahun, Prof. Nurmandi rata-rata menghasilkan 20–25 publikasi di jurnal internasional terindeks. Artikel-artikel tersebut menurutnya menjadi penopang utama capaian akademik yang diraih.

Di balik kesuksesan tersebut, ia menekankan bahwa pengalaman organisasi saat menjadi mahasiswa berperan besar dalam membentuk kapasitas diri.

"Justru menurut saya, untuk sampai di titik ini bukan hanya karena kuliah, tetapi ketika saya aktif di organisasi. Saya pernah menjadi ketua mahasiswa daerah dan mahasiswa Muhammadiyah. Dari pengalaman organisasi tersebut saya membentuk kapasitas dan keterampilan seseorang," jelasnya.

"Kuliah itu ibaratnya hanya pemantik. Justru keterampilan yang saya dapat dari berorganisasi seperti kemampuan menjalin relasi dan berdiplomasi sangat berguna sampai sekarang, karena tidak semua orang punya skill tersebut."

Karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa UMY dan generasi muda pada umumnya untuk tidak hanya fokus pada perkuliahan semata, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan di luar perkuliahan seperti organisasi atau komunitas.

Dari pengalaman seperti itu, kapasitas dan kemampuan akan terasah.

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.