Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan mengatakan bahwa ilmu harus hadir sebagai daya tahan menghadapi kompleksitas masa depan, bukan sekadar pengetahuan teknis melainkan juga kompas etik.
"Artinya, ilmu yang dikembangkan dan alumni yang dilahirkan memberi kontribusi nyata bagi transformasi sosial, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional," katanya dalam pidato Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Yogyakarta, Rabu.
Oleh karena itu, katanya, riset dosen maupun mahasiswa difokuskan pada respons atas problem aktual untuk memperkuat ekosistem riset ilmu pengetahuan tersebut.
"Kampus juga telah mendirikan pusat inovasi dan hilirisasi riset, sebuah jembatan agar temuan ilmiah tidak berhenti di ruang seminar atau jurnal, tetapi bertransformasi menjadi solusi konkret," katanya.
Dia mengatakan ukuran keberhasilan lulusan tidak diletakkan pada posisi atau jabatan, melainkan pada dampak yang dihadirkan.
"Di manapun pengabdiannya, selama memberikan dampak bagi masyarakat, itulah alumni sukses kami," katanya.
Ia mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda ujung dari proses panjang yang ditempuh dengan disiplin dan dedikasi.
"Di titik itulah, para lulusan dinilai layak menyandang gelar kesarjanaan, sebuah otoritas intelektual yang membawa tanggung jawab moral," katanya.
Dia juga mengatakan UIN Yogyakarta mengusung paradigma integrasi-interkoneksi yang menyatukan ilmu keagamaan dengan ilmu sosial-humaniora, sains, dan teknologi, dan ilmu lainnya dalam satu tarikan napas.
Dalam kerangka inilah, ujar dia, ilmu-ilmu keislaman tidak berdiri terpisah melainkan menjadi landasan filosofis dan etik bagi setiap proses inkuiri saintifik.
"Karena itu, lulusan selain memiliki kompetensi keilmuan masing-masing, juga semangat keislaman, spiritualitas, dan semangat untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan peradaban dunia," katanya.
Sebanyak 570 wisudawan dikukuhkan pada periode ini. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi penyumbang terbanyak dengan 213 lulusan, disusul Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam 182 lulusan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya 69 wisudawan, Fakultas Sains dan Teknologi 57 wisudawan, serta Pascasarjana 49 lulusan.
