Bantul perkuat peran pendidik cegah perundungan di lingkungan sekolah

id Dinas Pendidikan Bantul,Cegah perundungan ,Pendidik dan tenaga kependidikan

Bantul perkuat peran pendidik cegah perundungan di lingkungan sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan pembinaan kepada ribuan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah dasar dan menengah pertama di daerah itu guna memperkuat perannya dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

"Ini menjadi sarana penting untuk memperkuat peran para pendidik dalam mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto usai pembinaan tersebut di Bantul, Minggu.

Menurut dia, kekerasan dan perundungan merupakan fenomena nasional yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, termasuk para guru dan tenaga kependidikan.

Baca juga: Menteri PPA sebut lingkungan yang rentan bisa picu perilaku salah

"Kita tentu tidak ingin anak-anak, pelajar kita mengalami kekerasan dan perundungan di sekolah. Kita ingin mereka belajar dengan tenang, nyaman, dan menyenangkan," katanya.

Dalam pembinaan yang diikuti ribuan pendidik dan tenaga kependidikan dari SD dan SMP di Bantul itu, juga dilakukan sosialisasi Senam Anak Indonesia Hebat yang menjadi program Kementerian Kependidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi atas dedikasi para pendidik dan tenaga kependidikan yang telah berperan besar dalam kemajuan dunia pendidikan, mencerdaskan anak-anak di Bantul.

Baca juga: Mensos tegaskan tidak boleh ada perundungan di Sekolah Rakyat

Bupati mengatakan berbagai aktivitas pendidikan yang berkembang pesat saat ini turut mendukung terwujudnya Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak, yang pada tahun 2025 menerima penghargaan kategori utama.

"Kita tidak ingin ada kekerasan dan perundungan yang terjadi kepada anak-anak kita. Ini merupakan peran dan tanggung jawab kita bersama, terutama para tenaga pendidik," katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pendidik untuk menginternalisasikan nilai-nilai Satriya kepada peserta didik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, sosial, dan spiritual.

Pihaknya berharap melalui kegiatan pembinaan, para pendidik semakin memiliki kesadaran, kemampuan, dan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Baca juga: Ahli: Hipnoterapi mampu menyembuhkan trauma dan genjot prestasi anak

Baca juga: KPAI nilai MPLS sarana bangun komitmen anti kekerasan

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.