Kulon Progo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) berbasis digital dengan menggunakan aplikasi e-Pemilos serentak dilaksanakan di 81 sekolah menengah pertama sederajat dan sekolah menengah atas di wilayah itu.
Ketua KPU Kabupaten Kulon Progo Budi Priyana di Kulon Progo, Selasa, mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilos Serentak di tahun ke-6 yang berbasis digital ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan demokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi di kalangan pelajar.
“KPU Kulon Progo berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran demokrasi yang lebih menarik, modern, dan edukatif bagi pelajar. Melalui e-Pemilos, siswa tidak hanya belajar memilih, tetapi juga memahami pentingnya integritas, partisipasi, dan keterbukaan dalam setiap proses pemilihan,” ujar Budi Priyana.
Menurutnya, penggunaan aplikasi e-Pemilos memberikan pengalaman baru bagi pelajar dalam memahami tata cara pemilihan yang jujur dan transparan.
“Dengan e-Pemilos, proses pemungutan suara menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan dapat diakses dengan mudah. Sistem ini juga memperkenalkan bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam praktik demokrasi, sebagaimana arah pengembangan digitalisasi kepemiluan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Anggota KPU Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah mengatakan kegiatan Pemilos merupakan bagian dari program berkelanjutan KPU dalam bidang sosialisasi dan pendidikan pemilih, yang diarahkan untuk membangun kesadaran politik generasi muda sebagai calon pemilih masa depan.
“Pemilos menjadi laboratorium demokrasi di sekolah. Dengan pendekatan digital, kami ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga berkarakter demokratis dan bertanggung jawab,” jelasnya.
KPU Kulon Progo juga berterima kasih atas dukungan pihak sekolah, guru pembina, dan seluruh pelajar yang antusias mengikuti kegiatan ini. KPU berkomitmen untuk terus memperluas penerapan e-Pemilos di seluruh sekolah di Kabupaten Kulon Progo agar semakin banyak pelajar dapat merasakan pengalaman berdemokrasi yang partisipatif dan modern.
“Kami percaya, membangun demokrasi yang berkualitas harus dimulai sejak dini. Melalui e-Pemilos, semangat demokrasi tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata oleh generasi muda,” katanya.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko berharap Pemilos memunculkan tokoh-tokoh, baik tokoh daerah dan tokoh nasional. "Jangan hanya menjadi bupati dan wakil bupati, tapi bisa menjadi wakil menteri atau menteri, syukur-syukur dari Kulon Progo ada yang menjadi presiden," katanya.
Ambar mengatakan demokrasi harus ditumbuhkan sejak dini. Kegiatan demokrasi akan menumbuhkan jiwa berlaku jujur, dan adil dalam menentukan pemilihan di segala bidang.
"Demokrasi di Indonesia sangat dibutuhkan karena dengan demokrasi, kita akan memilih calon-calon pemimpin yang hebat dan berintegritas," katanya.
Lebih lanjut, Ambar mengatakan Indonesia ada era saat ini sangat dibutuhkan demokrasi karena Indonesia membutuhkan orang hebat, orang yang berani, dan orang yang jujur. "Bagaimana pun itu bisa terjadi apabila demokrasi Indonesia berjalan baik, maka saya berpesan gunakan hak pilih adik-adik semuanya dengan baik dan benar. Lakukanlah sesuatu dengan jujur dan adil karena Pemilos hari ini dilakukan secara terbuka, tidak ada bedanya dengan pemilihan umum, pemilihan legislatife, dan pemilihan kepala daerah. Saya berpesan pergunakan hak pilih dengan baik, dan benar karena pemilihan ini menentukan kemajuan masa depan sekolah," katanya.
Dia juga mengapresiasi pelaksanaan Pemilos secara serentak ini. "Saya mengapresiasi dan bangga. Peningkatan demokrasi di Kulon Progo telah dicanangkan sejak ini. Lima tahun ke depan, adik-adik menjadi pemilih yang hebat, dan berintegritas. Saya berpesan Pemilos ini sebagai ajang pembelajaran demokrasi," katanya.
