Logo Header Antaranews Jogja

FinExpo 2025 dorong literasi dan inklusi keuangan di Yogyakarta

Minggu, 19 Oktober 2025 06:43 WIB
Image Print
Dari kiri, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Elling Priswanto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala OJK DIY Eko Yunianto, dan Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad membunyikan permainan otok-otok sebagai tanda pembukaan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Daerah Istimewa Yogyakarta pada acara FIN Expo 2025 di Galeria Mall, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Sabtu malam (18/10/2025).
 (ANTARA/Rahid Putra Laksana)

Yogyakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Daerah DIY menggelar puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dikemas dalam FinExpo 2025, di Galeria Mall, Yogyakarta, Sabtu malam (18/10) diharapkan dapat mendorong literasi serta inklusi keuangan masyarakat setempat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto menyampaikan bahwa di era digital, perlindungan konsumen dan literasi keuangan menjadi kunci utama keberhasilan inklusi keuangan.

“Kami bersama OJK sangat sadar bahwa di era digital, perlindungan konsumen menjadi pilar penting. Masyarakat harus terlindungi dari potensi risiko seperti phishing (penipuan siber) dan social engineering (rekayasa sosial). Literasi keuangan perlu dilakukan kepada siapa saja, tanpa melihat tingkat pendidikan,” ujar Hermanto dalam sambutannya.

Baca juga: OJK menyesalkan penipuan nasabah capai Rp6,1 triliun

Ia menambahkan, literasi keuangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Kita semua adalah agen literasi dan inklusi keuangan bagi komunitas kita sendiri, bahkan dimulai dari grup WhatsApp keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala OJK DIY Eko Junianto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mencapai target inklusi keuangan nasional. Berdasarkan hasil survei terakhir, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan indeks literasi berada di angka 66 persen.

“Masih ada gap sekitar 14 persen. Artinya, sebagian masyarakat sudah menggunakan produk jasa keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya. Karena itu kolaborasi antara OJK, BI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha harus terus diperkuat,” ujar Eko.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Eko Yunianto memberikan sambutan sekaligus laporan pada pembukaan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam acara FIN Expo 2025 di Galeria Mall, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Sabtu malam (18/10/2025). ANTARA/Rahid Putra Laksana

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam mempercepat inklusi keuangan di Yogyakarta. Ia menilai inklusi dan literasi keuangan yang meningkat menjadi bukti keberhasilan sinergi lintas sektor.

“Alhamdulillah, indeks inklusi keuangan kita sudah di angka 80 persen, dan literasi 66 persen. Ini peningkatan luar biasa dibanding beberapa tahun lalu yang masih 70 persen untuk inklusi dan 50 persen untuk literasi,” kata Indrayanti.

Indrayanti menambahkan bahwa digitalisasi ekonomi menjadi faktor penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: OJK mengambil langkah perkuat perlindungan investor cegah pembobolan RDN

“Ekonomi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keberlanjutan. Melalui transformasi digital, kita bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama OJK dan BI berkomitmen untuk melanjutkan program literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan, dengan target peningkatan indeks literasi nasional menjadi 91 persen pada tahun 2025 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Kami berharap kegiatan seperti FinExpo ini terus digelar secara konsisten agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan semakin meningkat,” tutup Sekda DIY.

Baca juga: Ekonom dorong dana Rp200 triliun disalurkan untuk pembiayaan produktif



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026