Yogyakarta (ANTARA) - Rumah Vokasi Hanenda memperingati Hari Disabilitas Internasional (3 Desember) dengan mengusung semangat kesetaraan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Acara ini bertujuan memberikan kesempatan bagi difabel untuk menunjukkan kreativitas dan potensi mereka di berbagai bidang.
"Kami ingin memberikan ruang bagi difabel untuk mengekspresikan kreativitas mereka, bukan sekadar mengangkat mereka, tetapi berjalan berdampingan," ujar Duta Kesetaraan Hanenda, di Gedung Treasury Learning Center (TLC) Yogyakarta (5/12).
Siti Nurhayati, Pembina Hanenda menambahkan bahwa konsep Hanenda menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia industri, untuk membantu para difabel mandiri secara ekonomi.
"Kami mendampingi adik-adik difabilitas untuk bisa berdaya berkarya sehingga bisa mendorong mereka untuk bisa mandiri secara ekonomi ke depannya dengan memberikan vokasi-vokasi dan pelatihan," jelas Siti.
Harapan ke depan, Siti berharap para difabel tidak hanya dipandang sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang setara dan mandiri secara ekonomi.
"Harapan kami, adik-adik disabilitas ini ke depannya tidak hanya menjadi objek tapi menjadi subjek. Mereka bisa mandiri secara ekonomi sehingga tidak dipandang sebagai kelompok rentan lagi, tapi dipandang sebagai manusia," kata Siti.
Melalui pelatihan dan pengembangan profesional, Hanenda berupaya meningkatkan keterampilan para difabel, sehingga mereka bisa mengubah keterampilan tersebut menjadi profesi yang produktif, mendorong kesetaraan dan inklusivitas di DIY.
