Yogyakarta (ANTARA) - Festival Film Asia Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 mengumumkan pemenangnya dalam sebuah konferensi pers yang menandai berakhirnya rangkaian acara yang berlangsung dari 29 November hingga 6 Desember 2025.
Festival Director JAFF 2025 Ifa Isfansyah mengungkapkan bahwa jumlah penonton festival tahun ini meningkat signifikan menjadi 30 ribu, naik dari 24 ribu penonton pada tahun sebelumnya, menandai berkembangnya dunia perfilman di Indonesia dan Asia.
"Dua dekade JAFF adalah tentang kebersamaan, perayaan, dan saling percaya. Ke depan, tantangan kita semakin besar untuk memikirkan keberlanjutan ekosistem film di tengah perubahan lanskap media dan digital," ujar Ifa dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, Ifa menambahkan bahwa JAFF sejak awal berdiri selalu berkomitmen untuk membangun budaya sinema, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di Asia Tenggara. Festival tahun ini menampilkan 227 film dari 43 negara, dengan 27 world premiere dan 87 Indonesian premiere, serta 47 diskusi, forum, dan public lecture yang dihadiri oleh lebih dari 100 media dan 78 mitra.
Direktur Program JAFF Alexander Matius mengungkapkan antusiasme tinggi para penonton, dengan banyak sesi tanya jawab yang berlangsung hingga dini hari.
“Banyak sesi tanya jawab yang berlangsung hingga dini hari dan tetap diikuti hampir seluruh penonton. Ini adalah pengalaman luar biasa yang tidak selalu bisa terjadi,” kata Alexander.
Selain itu, JAFF juga menegaskan komitmennya untuk menjadi festival berbasis kerelawanan yang kuat, dengan melibatkan generasi muda dalam tim penyelenggara. Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam upaya festival untuk ramah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah yang mencapai lebih dari 1.500 kg tahun ini.
Daftar Pemenang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025
Juri Main Competition: Eric Khoo | Suryana Paramita | Tumpal Tampubolon. Main Competition – Golden Hanoman; BECOMING HUMAN – Sutradara Polen Ly; Main Competition – Silver Hanoman; A USEFUL GHOST – Sutradara Ratchapoom Boonbunchachoke; Jury Special Mention for Main Competition; SUNSHINE – Sutradara Antoinette Jadaone.
Juri Blencong Award: Henry Foundation | Khozy Rizal | Mary Pansanga
Blencong Award: WATER SPORTS – Sutradara Whammy Alcazaren
Jury Special Mention for Light of Asia: HYENA – Sutradara Altay Ulan Yang
Juri Indonesian Screen Awards: Amir Muhammad | Antoinette Jadaone | Puiyee Leong
Best Film: BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL – Sutradara Kristo Immanuel
Best Director: Kristo Immanuel – Film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL
Best Screenplay: Kristo Immanuel & Jessica Tjiu – Film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL
Best Cinematography: Vera Lestafa – Film DOPAMINE
Best Performance: Omara Esteghlal – Film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL
Afiqa Kirana
Best Editing: Ryan Purwoko – Film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL
Best Production Design: Ahmad Zulkarnen (Production Designer) & Wahyu Efata (Art Director) – Film IKATAN DARAH
Best Music: Anto Hoed, Melly Goeslaw – Film RANGGA & CINTA
Best Sound Design: Sound Designers: Pramudya Adhy Wardhana, Ridho Fachri, Renaldy Lomo, Alexandrie Dolly
Sound Recordists: Luthfi AG, Iqbal 'Encik' Marekan, Halid Ilham, Ikhsan Nugroho – Film THE PERIOD OF HER
Best Poster: Evan Wijaya (Poster Designer) & Jozz Felix (Poster Photographer) – Film SORE: A WIFE FROM THE FUTURE
Juri NETPAC Award: Bunga Siagian | Herman Van Eyken | Marissa Anita
NETPAC Award: BECOMING HUMAN – Sutradara Polen Ly
Juri Geber Award: Dennis Adishwara | Iam Murda | Siska Raharja
Geber Award: SUNSHINE – Sutradara Antoinette Jadaone
Juri Students Award: Andrienne Adelia | Ramadhani Meautia Iffa | Dimas Putro Utomo | Janssen Ewaldo | Fada Ramadhan Dhiya
Students Award: WATER SPORTS – Sutradara Whammy Alcazaren
