Laiknya Afif, meski sembari ngobrol dan sesekali melontarkan candaan kecil, Irfan tidak pernah benar-benar melepaskan pandangan dari laut.
Lengah sekejap saja, ada kemungkinan wisatawan melangkah lebih jauh dari batas aman dan masuk ke area palung tanpa disadari.
Saking banyaknya wisatawan yang mendekati batas aman, keduanya sampai tak ingat sudah berapa kali meniup peluit hari itu. Syukurnya, hingga menjelang petang tidak ada situasi darurat yang memaksa mereka turun ke air.
Jejak Penyelamatan
Momen siaga di pos penjagaan itu bukan tanpa alasan. Pada 24 Desember 2025, tim SAR gabungan yang siaga di Pos Pantai Parangtritis berhasil menyelamatkan empat wisatawan yang terseret ombak dan arus balik saat bermain air, setelah rombongan itu tanpa disadari memasuki area rip current.
Keempat korban itu kemudian dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim SAR yang telah siaga di garis ombak sore itu.
Bagi Al Andi Irawan (29), Komandan Regu Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi III yang telah bertugas sejak 2018, kejadian 24 Desember mengingatkan kembali bahwa laut bisa berubah dalam hitungan detik. Dalam sekejap, ombak yang tampak biasa bisa berubah menjadi dinding air yang menarik tubuh ke tengah.
Pada 2024, ia menghadapi kejadian berat saat sembilan orang terseret arus hampir bersamaan.
Baca juga: Tim SAR menyelamatkan empat wisatawan terseret ombak Pantai Parangtritis
Tanpa banyak berikir, Andi berlari dan terjun ke air, menarik satu per satu korban ke arah tepi, hingga lututnya terkena benturan benda tumpul saat menyeret korban pertama.
Meski ia cedera, seluruh korban akhirnya berhasil diselamatkan.
"Bagi kami momen paling membahagiakan adalah saat korban bisa diselamatkan," ujar warga Kecamatan Kretek, Bantul itu.
Di tahun yang sama, ia kembali turun menolong seorang wisatawan asing yang terbawa arus balik (rip current) lebih jauh ke tengah.
Meski cuaca kala itu bersahabat, ombak tiba-tiba datang setinggi rumah dan memutar mereka di jalur arus yang keluar menuju tengah laut.
Baca juga: Basarnas Yogyakarta terjunkan tim rescue cari nelayan hilang pantai Gunungkidul
Selama hampir satu jam, Andi dan rekan-rekan terjebak di aliran kuat itu sebelum bantuan papan selancar dan tali datang membantu keluar dari pusaran arus.
Dalam keseharian, Andi menyadari bahwa siaga di pantai bukan hanya soal menolong, tetapi juga menunggu situasi yang tidak pernah bisa diprediksi.
Di bawah komandonya, sebanyak 69 personel SRI Wilayah III bergantian menempati pos dan empat shelter di sepanjang Parangtritis hingga Pantai Depok.
Empat titik shelter itu ditempatkan menghadap kawasan palung yang rawan kecelakaan. Di tempat itulah mata-mata tajam itu bekerja.
