Brasil: PBB harus tanggapi serangan AS di Venezuela

id brasil,lula,venezuela,maduro,amerika,serangan,militer,pbb

Brasil: PBB harus tanggapi serangan AS di Venezuela

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan pidato saat Debat Umum sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). ANTARA/Xinhua/Li Rui/aa.

Caracas (ANTARA) - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada Sabtu (3/1) mendesak komunitas internasional dan PBB untuk merespons operasi militer Amerika Serikat di Venezuela.

"Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, komunitas internasional harus secara tegas merespons situasi ini," kata Lula di platform X.

Ia menilai serangan AS adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela dan menjadi preseden yang sangat berbahaya bagi komunitas internasional.

“Menyerang sebuah negara adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, itu merupakan langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan," kata Lula.

Dengan menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, AS telah "melampaui batas yang bisa diterima," kata Lula.

Ia juga menegaskan bahwa Brasil siap memfasilitasi dialog untuk menyelesaikan krisis Venezuela.

"Brasil mengutuk langkah-langkah [AS] itu dan siap mendorong jalur dialog dan kerja sama," kata Lula.

Sebelumnya, portal berita O Globo mengutip Kementerian Luar Negeri Brasil yang menyatakan bahwa pemerintah menggelar rapat darurat pada Sabtu.

Rapat itu membahas situasi di Venezuela dan menghimpun informasi menyeluruh tentang operasi AS sebelum menyampaikan pernyataan kepada publik.

Sejumlah ledakan kuat terdengar di Caracas pada Sabtu di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Venezuela itu dan sirene serangan udara terdengar.

Di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukannya telah melancarkan serangan militer ke Venezuela. Dia juga mengeklaim bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Nicolás Maduro.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.