Yogyakarta (ANTARA) - Banyak orang tua yang masih khawatir tentang kandungan maltodekstrin dalam susu formula bayi, namun bahan ini telah terbukti aman dan penggunaannya diatur secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Maltodekstrin adalah karbohidrat olahan yang berasal dari pati jagung, beras, atau kentang. Proses pembuatannya melalui hidrolisis untuk menghasilkan rantai glukosa yang lebih pendek, sehingga mudah dicerna oleh tubuh bayi. Bahan ini sangat penting untuk mendukung asupan energi bayi yang sedang berkembang, serta mendukung pertumbuhan otak dan kemampuan motorik.
Dalam susu formula, maltodekstrin berfungsi sebagai sumber energi dan membantu menciptakan tekstur susu yang lebih halus dan stabil saat diseduh. Pada susu formula khusus, seperti yang rendah laktosa atau bebas laktosa, maltodekstrin digunakan sebagai alternatif karbohidrat bagi bayi dengan intoleransi laktosa.
BPOM mengklasifikasikan maltodekstrin sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP), yang penggunaannya diatur dengan ketat. BPOM mewajibkan produsen untuk mematuhi batasan penggunaan, tujuan teknologi pangan, serta aturan pelabelan.
Penggunaan maltodekstrin pada susu formula diizinkan sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Maltodekstrin berbeda dengan gula tambahan seperti sukrosa atau glukosa, dan tidak membuat susu formula menjadi tinggi gula. BPOM juga mengatur pengawasan terhadap kandungan gula dalam susu formula untuk memastikan keselamatan konsumen.
Keamanan maltodekstrin telah diakui secara internasional oleh lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan European Food Safety Authority (EFSA), yang juga menyatakan bahan ini aman digunakan dalam produk pangan bayi.
Meskipun maltodekstrin aman, orang tua disarankan untuk selalu membaca label kemasan susu formula dan berkonsultasi dengan dokter anak jika ada keraguan atau pertanyaan terkait pemilihan susu formula yang tepat untuk bayi mereka.
