Atlet perlu literasi finansial

id Kemenpora,Menpora,Erick Thohir

Atlet perlu literasi finansial

Presiden Prabowo Subianto (kelima kiri) didampingi Menpora Erick Thohir (kelima kanan) berfoto bersama perwakilan atlet saat penyerahan bonus kepada atlet peraih medali pada SEA Games Thailand di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025). Pemerintah menyerahkan bonus senilai Rp465,25 miliar kepada seluruh atlet dan ofisial Indonesia peraih medali pada ajang SEA Games Thailand 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan perlunya literasi finansial untuk atlet dengan harus memikirkan tabungan finansial untuk masa depan terutama ketika sudah tidak aktif sebagai atlet profesional.

"Para atlet ini, semua yang di sebelah (negara lain) pada dapat emas pada nabung untuk masa depan mereka. Jadi ini yang kami juga tekankan. Saya sama Pak Wamen (Taufik Hidayat) apalagi beliau juga bekas atlet ya, peraih medali emas Olimpiade, jalur karir nanti kita akan mulai rapatkan di Kemenpora," kata Erick dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis.

"Jenjang karir atlet ya. Ini yang kami mesti mulai berpikir mungkin tahun depan, karena tahun ini Kemenpora sudah 28 program," imbuhnya.

Baca juga: Tujuh medali SEA Games 2025 bawa Martina terima bonus Rp3,4 miliar

Baca juga: Pemerintah memberikan bonus total Rp465,25 miliar untuk atlet

Sebelumnya Erick mengingatkan atlet mempunyai masa usia karier tidak cukup panjang sehingga bonus SEA Games Thailand 2025 harus diinvestasikan ke aset-aset, pendidikan dan asuransi kesehatan.

Pemerintah juga merencanakan dana pensiun untuk atlet dan pelatih yang telah mengharumkan Indonesia di kancah internasional.

Erick berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengapresiasi atlet dan pelatih karena menyiapkan dana pensiun, bukan hanya bonus.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Atlet perlu literasi finansial

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.