Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Penyelenggara Daihatsu Indonesia Masters 2026 Achmad Budiharto mengatakan turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut berhasil membangun kembali euforia Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menjelang turnamen yang lebih besar, yakni Super 1000 Indonesia Open 2026 yang akan bergulir di lokasi yang sama pada 2–7 Juni.
Budiharto menyebut sebagian besar target penyelenggaraan Indonesia Masters tahun ini telah tercapai, terutama dalam menghidupkan kembali antusiasme penonton melalui konsep yang lebih ramah dan inklusif.
“Sampai hari ini, satu hal yang kami rencanakan sudah kami dapatkan. Utamanya kami berhasil mendatangkan lagi para pencinta bulu tangkis Indonesia untuk datang ke Istora,” ujar Budiharto kepada ANTARA di Istora, Minggu.
Ia menjelaskan Indonesia Masters 2026 memang dirancang sebagai ajang warming up menuju Indonesia Open yang merupakan turnamen level tertinggi dalam kalender BWF World Tour.
Karena itu, panitia fokus membenahi pengalaman penonton dengan menjawab sejumlah keluhan yang selama ini muncul.
Menurut Budiharto, persoalan harga tiket menjadi perhatian utama. Panitia menurunkan harga agar lebih bersahabat sehingga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kendala pertama dulu soal harga, itu sudah kami jawab dengan memberikan harga yang sangat bersahabat,” katanya.
Selain itu, panitia juga melakukan penataan ulang area Istora dengan mengurangi barikade yang sebelumnya membatasi ruang gerak penonton. Dengan penataan tersebut, penonton dapat bergerak lebih leluasa di hampir seluruh area arena, kecuali di field of play.
Indonesia Masters 2026 juga dikemas sebagai ajang family gathering bagi pencinta bulu tangkis. Panitia menyediakan area kuliner, fasilitas keluarga, serta Kids Zone agar turnamen dapat dinikmati lintas usia.
“Kami lihat banyak orang tua yang membawa putra-putrinya datang ke Istora. Nuansanya sudah tercipta dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Budiharto.
Ia juga mengungkapkan atmosfer positif tersebut menjadi modal penting menuju Indonesia Open, yang diharapkan menghadirkan euforia lebih besar dengan jangkauan penonton yang makin luas, tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah.
“Kami berharap nanti bukan cuma dari Jakarta, tapi juga Bandung, Semarang, Surabaya. Bahkan kemarin kami bertemu penonton yang datang dari Medan dan Makassar. Mereka sudah menabung untuk bisa hadir,” katanya.
Meski demikian, ia menambahkan sejumlah catatan dari Indonesia Masters akan menjadi bahan evaluasi menuju Indonesia Open, termasuk pemanfaatan media sosial serta penyediaan area yang lebih instagramable bagi penonton.
Peningkatan pelayanan bagi atlet dan ofisial juga menjadi fokus agar turnamen makin menarik bagi para pemain top dunia.
“Indonesia Masters ini pemanasan. Puncaknya nanti di Indonesia Open. Super 1000 pasti semua pemain utama datang,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memberikan dampak positif. Dengan penataan lokasi yang nyaman serta harga jual yang terjangkau, para pelaku UMKM tetap mencatatkan pendapatan signifikan, bahkan pada hari pertandingan yang relatif sepi.
“Pada hari sepi saja pendapatan mereka ada yang Rp4 juta sampai Rp7 juta. Ini membahagiakan dan menjadi semangat untuk hadir lagi ke depan,” kata Budiharto.
Melalui Indonesia Masters 2026, panitia berharap Istora Senayan kembali menjadi barometer prestise bulu tangkis Indonesia, sekaligus panggung awal menuju kemeriahan Indonesia Open sebagai salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia.
“Tentunya kami ingin gairah bulu tangkis di Indonesia kembali. Dan ini kami juga sudah berdiskusi dengan para pemain top dunia dan BWF agar nanti pada Indonesia Open, mereka bisa hadir,” ujar Budiharto.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia Masters bangun euforia Istora jelang Indonesia Open 2026
