Rajawali Medan benahi pertahanan jelang lawan Hangtuah Jakarta

id Rajawali Medan, Hangtuah, ibl

Rajawali Medan benahi pertahanan jelang lawan Hangtuah Jakarta

Pelatih Rajawali Medan Efri Meldi (kanan). ANTARA/Juraidi

Medan (ANTARA) - Rajawali Medan fokus membenahi pertahanan yang dianggap menjadi titik kelemahan menjelang laga IBL melawan Hangtuah Jakarta di GOR Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Sabtu malam lusa, kata pelatih Rajawali Medan Efri Meldi di Medan, Kamis.

Efri menyadari sektor pertahanan menjadi salah satu celah yang kerap dimanfaatkan lawan untuk memetik poin sehingga dalam beberapa hari ini tim fokus membenahi sektor itu agar saat menghadapi Hangtuah Jakarta kembali ke jalur kemenangan setelah kalah tiga kali berturut-turut di kandang sendiri.

Teranyar pada Rabu malam kemarin mereka dibungkam 66-88 oleh Pelita Jaya Jakarta. Mereka juga kalah dari Satria Muda Pertamina dan Bogor Hornbills.

Efri menyatakan untuk menghadapi Hangtuah Jakarta, pemain lokal Rajawali Medan harus lebih maksimal bermain guna menjaga keseimbangan permainan tim.

Baca juga: Rajawali Medan membungkam Pacific Caesar Surabaya 93-75

Baca juga: Rajawali Medan libas Bima Perkasa Jogja

Dia juga meminta timnya menjaga konsistensi sehingga dengan cara itu permainan menjadi stabil sepanjang laga.

"Saya percaya Rajawali akan semakin bagus. Melawan Hangtuah nanti tak ada cerita kalah. Walau bagaimanapun, walau patah-patah, walau berdarah-darah, harus main maksimal," kata dia.

Rajawali Medan berada di peringkat ke empat klasemen dengan sembilan poin dari tiga kali menang dan tiga kali kalah.


Baca juga: Bima Perkasa Jogja menang tipis 81-79 atas Rajawali Medan

Baca juga: Dewa United kembali menang, Rajawali Medan terpuruk! apa yang salah?








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rajawali Medan benahi pertahanan jelang lawan Hangtuah Jakarta

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.