Prosesi Yu Sheng jadi simbol keberlimpahan rezeki

id Yu sheng, imlek, prosesi yu sheng

Prosesi Yu Sheng jadi simbol keberlimpahan rezeki

Hidangan salad dalam prosesi Yu Sheng. ANTARA/Sinta Ambar

Jakarta (ANTARA) - Komunitas Hakka Indonesia mengemukakan bahwa prosesi Yu Sheng memiliki makna untuk mengharapkan keberlimpahan rezeki hingga keharmonisan keluarga.

"Ada arti yang sangat bagus sekali ada untuk rejeki, ada untuk kesehatan, untuk harmonis keluarganya, semuanya maka ini sangat dikaitkan sekali sama masyarakat Tionghoa jadi setiap tahun itu diadakan yang sangat populer adalah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu tiga negara yang terutama tentunya di China juga ya," kata Perwakilan Komunitas Hakka sekaligus pakar Tionghoa dari Museum Hakka, Jimmy S. Herlambang saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Jimmy mengemukakan bahwa hidangan dalam prosesi Yu Sheng berasal dari 10 macam atau lebih yang meliputi sayur seperti wortel, lobak dengan bermacam warna, kol ungu, ikan hingga kacang yang digoreng cokelat keemasan.

Baca juga: Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 gambarkan kebudayaan Indonesia

Hidangan serupa salad sayur ini juga dilengkapi dengan dressing atau saus untuk penambah rasa yakni saus plum dan minyak aroma untuk menambah rasa manis, asam dan gurih.

Sementara ikan dalam hidangan ini menjadi simbol keberlimpahan rejeki.

"Ikan sebenarnya itu artinya masih sisa jadi rejeki yang kita dapatkan satu tahun itu masih ada sisa di akhir tahun jadi tidak habis, berarti kita untung besar di akhir tahun uang itu harta masih ada,"jelasnya.

Lebih lanjut, dalam prosesi ini, anggota keluarga akan mengaduk sayur atau salad secara bersama-sama menggunakan sumpit, dan mengangkatnya dengan tinggi.

"Makin tinggi diangkat jadi hokinya dan keharmonisannya makin tinggi itu ceritanya begitu," tambah dia.

Baca juga: 10 aktivitas yang bikin kamu hoki di Tahun Baru Imlek

Tradisi yang populer di Malaysia, Singapura, Indonesia serta China ini telah berusia ribuan tahun dan biasanya digelar saat perayaan Imlek tiba hingga maksimal dilangsungkan pada Cap Go Meh atau 15 hari setelah hari Imlek.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Tionghoa biasanya memulai bercocok tanam pada musim semi yang dimulai pada Imlek.

Perayaan Yu Sheng pun menjadi simbol bersyukur pada Tuhan dan berharap bercocok tanam dapat berjalan lancar.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prosesi Yu Sheng jadi simbol keberlimpahan rezeki hingga keharmonisan

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.