Logo Header Antaranews Jogja

BPOM: Penguatan sistem pengawasan menjadi kunci keamanan akses kesehatan

Sabtu, 31 Januari 2026 18:08 WIB
Image Print
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (kiri) berdialog dengan para pengusaha farmasi di sela agenda BPOM Expo 2026 bertempat di Perkantoran BPOM RI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-BPOM

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengemukakan bahwa penguatan sistem pengawasan obat dan makanan menjadi kunci dalam menjamin keamanan akses kesehatan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan 25 tahun BPOM yang ditandai dengan penyelenggaraan BPOM Expo 2026, di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta.

"Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan national regulatory authority negara maju, dengan secara resmi menjadi WHO Listed Authority," kata Taruna dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

WHO Listed Authority (WLA) adalah status pengakuan global yang diberikan oleh WHO kepada lembaga regulator obat dan makanan suatu negara yang telah memenuhi standar internasional tertinggi dalam hal keamanan, kualitas, dan efektivitas.

Menurut Taruna, BPOM Expo menjadi ruang temu lintas sektor antara regulator, industri, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional dalam berkolaborasi memastikan setiap produk obat, pangan, dan suplemen yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.

Status tersebut, kata Taruna, sekaligus menandai penguatan kredibilitas BPOM dalam melindungi konsumen sekaligus mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional.

BPOM Expo 2026 dihadiri oleh sejumlah menteri, perwakilan asosiasi industri, akademisi internasional, serta jajaran BPOM dari seluruh Indonesia, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Salah satunya disampaikan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady. Ia menyebut kolaborasi dengan BPOM penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen.

“Momentum 25 tahun BPOM mengingatkan kita bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama. Industri memiliki peran untuk memastikan setiap produk memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujarnya.

BPOM Expo juga menyoroti model kolaborasi Academic–Business–Government (ABG) yang dinilai efektif dalam mendorong inovasi sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang aman dan bermutu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap sinergi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan dapat semakin memperkuat iklim investasi sektor kesehatan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik.

“Dengan regulasi yang kuat dan fasilitatif, industri farmasi nasional dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Menkes.

Peringatan HUT ke-25 BPOM mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menegaskan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan ketahanan bangsa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOM: Penguatan sistem pengawasan jadi kunci keamanan akses kesehatan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026