Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang saat ini telah dikembangkan oleh beberapa kampus di Indonesia.
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, Brian memaparkan sejumlah teknologi pengolahan skala mikro itu kepada Presiden, mengingat program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) merupakan salah satu isu yang dibahas saat rapat.
"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, selepas rapat.
Oleh karena itu, Brian menjelaskan kementerian akan mempercepat tahapan pengembangannya, termasuk uji coba teknologi buatan beberapa kampus itu sehingga pengolahan sampah skala mikro dapat segera dilakukan.
Brian menargetkan uji coba itu dapat dilakukan di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini.
"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan. Kita akan segera pilih. Ada juga (yang) akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan, lebih efektif," ujar Brian.
Beberapa teknologi pengolahan sampah yang dibahas itu di antaranya menggunakan metode gasifikasi, kemudian plasma-assistend, dan reaktor plasma dingin.
"Kami akan kaji lagi mana yang paling baik," tambahnya.
Teknologi tersebut, Brian melanjutkan akan dirancang untuk mengolah sampah hingga 10 ton, mengingat rata-rata sampah yang dihasilkan di tingkat kelurahan mencapai 10 ton per hari.
Jika nantinya teknologi skala mikro itu dapat dimanfaatkan, Brian berharap ke depan mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) pun berkurang, karena sampah rumah tangga telah habis diolah di tingkat desa/kelurahan.
"Jadi, sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh ya. Jadi, semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan," katanya.
Brian kemudian menambahkan kementeriannya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang digunakan itu nantinya tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.
"Kami akan segera melakukan rapat dengan (Kementerian) Lingkungan Hidup, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal ya sehingga standarnya juga lebih baik, dan juga tadi dengan pemerintah daerah kami akan segera uji coba di beberapa kota. Harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu (proyek) waste-to-energy yang sedang dijalankan Danantara (juga) berjalan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo minta pemanfaatan teknologi olah sampah skala mikro dipercepat
