Yogyakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki pekerjaan rumah untuk menguatkan UMKM, integrasi rantai distribusi dan penjualan produk lokal dalam memanfaatkan peluang adanya Bandara Internasional Yogyakarta,
Ketua Kadin Kulon Progo Kuswadi di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Mukab IX Kadin Kulon Progo ke IX ini bukan sekadar agenda rutin organisasi untuk evaluasi dan pemilihan kepemimpinan baru periode 2026-2031.
Lebih dari itu, forum ini merupakan tonggak strategis untuk memposisikan Kadin sebagai mitra krusial pemerintah dalam menyambut dinamika ekonomi.
"Kadin Kulon Progo ke depan harus tampil lebih profesional dan inklusif. Kita punya agenda nyata: penguatan UMKM, integrasi rantai produk lokal, hingga pemanfaatan peluang emas dari keberadaan Yogyakarta International Airport(YIA)," ujar Kuswadi saat memberikan sambutan Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-IX yang mengusung tema strategis: "Sinergi Kadin Kulon Progo dan Pemerintah Daerah untuk Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal."
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi antara kepastian regulasi dari pemerintah dan peran aktif pelaku usaha.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY Syahbenol Hasibuan mengingatkan bahwa kehadiran Bandara YIA harus dibarengi dengan penguatan ekonomi lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton.
"Pelaku usaha lokal, UMKM, dan industri kreatif harus mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Tantangan global seperti ekonomi hijau dan digitalisasi menuntut kita untuk adaptif," tegas Syahbenol.
Syahbenol juga menyoroti potensi besar di kawasan industri Sentolo, jalur selatan, hingga sektor pertanian organik yang berorientasi ekspor.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang hadir memberikan arahan, menggambarkan Kulon Progo sebagai wilayah yang tengah "bersolek" menjadi semakin cantik secara ekonomi dan infrastruktur. Ia mengajak Kadin untuk lebih jeli melihat celah pembangunan.
Salah satu peluang besar yang disampaikan Bupati adalah peran Kulon Progo sebagai penyelenggara embarkasi haji melalui YIA. "Kulon Progo akan memiliki asrama haji dengan basis hotel pertama di Indonesia. Kadin harus mengambil peran di sini, baik dari sisi transportasi, perhotelan, maupun pengadaan jasa lainnya," ungkap Agung.
Bupati berharap kepengurusan Kadin yang baru nantinya memiliki visi yang tajam untuk mendinamisasi pembangunan. "Pemerintah Daerah akan terus mendukung langkah strategis Kadin dalam memajukan ekonomi kerakyatan," tutupnya.
