Pemkab Gunungkidul mewujudkan pariwisata lestari melalui penanaman pohon pantai

id Gunungkidul ,Pariwisata lestari ,Penanaman pohon

Pemkab Gunungkidul mewujudkan pariwisata lestari melalui penanaman pohon pantai

Apel gotong royong pariwisata dan aksi penanaman pohon pandan di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (12/2/2026) (ANTARA/Ho-Kominfo Gunungkidul)

Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Gotong Royong Pariwisata dan penanaman pohon pandan di Pantai Sepanjang sebagai upaya mewujudkan pariwisata lestari sekaligus meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan.

"Fokus kita hari ini adalah Pantai Sepanjang. Melalui penanaman pohon pandan dan cemara udang ini, kita memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjaga kelestarian alam yang menjadi modal utama pariwisata kita," kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih disela aksi di Gunungkidul, Kamis.

Menurut dia, program ini menekankan pentingnya pelestarian alam, khususnya di wilayah sungai dan pantai, yang diimplementasikan melalui gerakan bersih-bersih lingkungan serta mitigasi bencana di destinasi wisata.

"Gerakan ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai program "Indonesia Asri" di mana program tersebut selaras dengan Visi Misi Bupati Gunungkidul yakni Alam Lestari," katanya.

Dia mengatakan, penanaman ini juga dilakukan sebagai langkah awal sebelum pembangunan infrastruktur pendukung seperti pedestrian dan talud di kawasan tersebut agar konstruksinya tetap aman dan asri.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa peralatan gotong royong seperti angkong, pacul, dan sekop, serta 195 buah pelampung untuk Satlinmas Rescue Istimewa demi menunjang keselamatan wisatawan.

Lebih lanjut, terkait arah pembangunan pariwisata Gunungkidul ke depan, Bupati Endah menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal Gunungkidul, sebagaimana arahan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Sesuai dengan arahan GKR Mangkubumi mengingatkan agar pengembangan objek wisata tidak sekadar meniru daerah lain secara visual, melainkan harus berbasis pada keunikan sejarah dan arsitektur khas Yogyakarta," katanya.

Dengan demikian, penataan Pantai Sepanjang yang ditiru adalah sistem pemberdayaan UMKM seperti yang diterapkan di Jimbaran, Bali, dengan mengadopsi menghidupkan suasana pantai pada malam hari selama kondisi keamanan laut memungkinkan.

"Tentunya dengan pengawasan tim SAR, apabila cuaca mendukung dan kalau pagi pantai bersih, kita tidak meniru corak budayanya baik segi bangunan maupun yang lainnya," katanya.

Setelah pengembangan Pantai Sepanjang, kata dia, Pemkab Gunungkidul berencana melanjutkan penataan serupa di destinasi lain, seperti Pantai Krakal dan pengembangan pantai religi seperti Pantai Ngobaran.

Oleh karena itu, masyarakat dan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga diimbau untuk ikut menjaga tanaman yang telah ditanam serta mencegah tindakan vandalisme demi keindahan visual kawasan pantai.

"Pembangunan pariwisata tidak akan berhasil jika dilakukan sendiri-sendiri. Kita butuh sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, TNI, Polri, dan pelaku usaha," kata Bupati.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.