Logo Header Antaranews Jogja

Polres Bantul pastikan korban meninggal di Kasihan bukan akibat penganiayaan

Selasa, 24 Februari 2026 13:59 WIB
Image Print
Tindak lanjut penanganan korban meninggal yang ditemukan di wilayah Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-Humas Polres Bantul

Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul memastikan korban yang ditemukan meninggal dunia di Donotirto Kelurahan Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (23/2) malam, bukan akibat dari tindakan penganiayaan atau kekerasan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Kasihan, tidak ditemukan luka luar akibat penganiayaan," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto dalam keterangannya di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pada Senin (23/2) sekitar pukul 18.30 WIB, di wilayah Dusun Donotirto, Bangunjiwo ditemukan orang meninggal dunia. Setelah diidentifikasi, identitas korban tersebut adalah berinisial S, perempuan kelahiran 2 Maret 1961 asal Bangunjiwo Kasihan.

Saat ditemukan, kata dia, ada pendarahan keluar dari mulut yang berasal dari pencernaan tukak lambung atau hipertensi tidak terkontrol yang juga dapat beresiko resiko stroke atau jantung.

Setelah itu, kata dia, korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY oleh PMI Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan dilakukan proses autopsi luar.

"Hasilnya wajah bersih tidak ada luka, keluar darah dari dalam hidung dan mulut, proses alami kematian dalam kekurangan oksigen. Terdapat tanda mati lemas kekurangan oksigen, pada gusi dan tangan kebiruan, tidak ada tanda kekerasan," katanya.

Menurut dia, korban meninggal dunia diperkirakan sudah dua sampai delapan jam akibat penyakit yang diderita. Hal tersebut karena bentuk dada seperti tong mengembang, tanda punya penyakit kronis, misal asma.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan tunarungu yang mengalami sakit asma dan hipertensi. Kemudian berdasarkan keterangan dari Puskesmas Kasihan, bahwa korban terakhir periksa pada 2022 dengan riwayat sakit hipertensi," katanya.

Kejadian tersebut berawal ketika saksi 1 (adik korban) pulang jam 18.30 WIB dan melihat lampu rumah milik korban dalam keadaan gelap dan jendela terbuka, kemudian mengajak saksi lain pergi ke rumah korban untuk menghidupkan lampu rumah.

"Namun setelah menghidupkan lampu, saksi melihat korban dalam posisi tengkurap di kamar menggunakan mukenah dan di atas sajadah. Setelah dicek dengan memegang tangan korban, sudah dalam keadaan dingin, dan melihat ada darah di dekat muka," katanya.

Setelah itu saksi atau adik korban memanggil suami dan kemudian bersama warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kasihan untuk penanganan lebih lanjut.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026