Jakarta (ANTARA) - Periset dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr. Zuhud Rozaki mengungkapkan temuan bahwa perubahan iklim berdampak nyata terhadap produktivitas sekaligus kualitas pangan yang dihasilkan petani maupun dikonsumsi masyarakat.
Ditemui usai dialog "Penguatan Pola Konsumsi Pangan Sehat dan Berkelanjutan Lewat Transformasi Digital Inklusif" di Jakarta, Rabu, Zuhud menjelaskan dampak perubahan iklim secara umum terlihat pada penurunan produksi akibat curah hujan yang tidak menentu, keterbatasan air, serta periode kekeringan yang lebih panjang.
Para peneliti menemukan kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi jumlah produksi, tetapi juga berpotensi berdampak pada komposisi bahan pangan yang dihasilkan. "Karena itu, diperlukan strategi adaptasi di tingkat produksi untuk menjaga stabilitas hasil panen," cetusnya.
Zuhut menuturkan bahwa tim peneliti mengembangkan demplot atau uji coba lahan di beberapa daerah sentra pangan, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat untuk mengkaji respons tanaman terhadap keterbatasan air.
Adapun hasil penelitian menunjukkan produksi tetap dapat dipertahankan meski air tidak melimpah, sepanjang diimbangi penggunaan pupuk secara optimal.

Inovasi pertanian digital jamin kualitas pangan
Zuhud dalam diskusi tersebut mengungkapkan hasil riset itu terintegrasi dalam pengembangan aplikasi berbasis digital, MyINDAHDiet yang tidak hanya membahas aspek nutrisi dan gizi, tetapi juga memperhatikan sisi produksi pangan.
MyINDAHDiet merupakan solusi digital inklusif untuk mendukung pola makan sehat dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan perkotaan dan peri-urban di Pulau Jawa.
Program ini berjalan dalam kerangka KONEKSI 2024-2026 dengan pendekatan sistem pangan dari hulu ke hilir, mencakup produksi, distribusi, hingga konsumsi.
Program ini dipimpin oleh Associate Professor Risti Permani dari The University of Queensland dan Dr. Zuhud Rozaki dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Pelaksanaannya melibatkan kemitraan multidisiplin sembilan institusi, yakni UQ, Monash University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Pertanian Bogor (IPB University), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, CIPS, serta Parti Gastronomi, dengan dukungan puluhan institusi nasional dan regional.
Aplikasi MyINDAH Diet dikembangkan untuk dua kelompok pengguna, yakni konsumen dan petani. Pada sisi konsumen, aplikasi ini berbasis pada model “Nutritious Plate” yang memuat panduan gizi seimbang, resep berbasis pangan lokal, serta basis data komposisi pangan.
Sementara bagi petani, aplikasi menyediakan panduan budidaya, informasi hama dan penyakit tanaman, serta kalender tanam yang disesuaikan dengan dinamika iklim dan hasil riset demplot.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Periset UMY: Perubahan iklim pengaruhi produksi dan kualitas pangan
