Logo Header Antaranews Jogja

Iran umumkan operasi militer besar usai kematian pemimpin tertinggi

Minggu, 1 Maret 2026 11:04 WIB
Image Print
Photo file: Rudal terlihat di situs rudal bawah tanah Garda Revolusi Iran di lokasi yang dirahasiakan di Teluk. ANTARA FOTO/IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/rwa.

Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu, mengumumkan dimulainya "operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran" menyusul konfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat. Kantor berita Iran Tasnim menyebutkan bahwa Khamenei syahid di kantornya pada Sabtu pagi.

"Dalam beberapa saat, operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap Israel dan pangkalan teroris Amerika akan dimulai," sebut pernyataan IRGC seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran itu.

Pada Sabtu, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel, serta ke fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IRGC umumkan operasi militer terbesar usai syahidnya Khamenei



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026