Mario Aji meminta maaf setelah gagal finis di GP Thailand

id Mario Aji,Moto2,Moto2 GP Thailand,GP Thailand

Mario Aji meminta maaf setelah gagal finis di GP Thailand

Pembalap Idemitsu Honda Team Asia asal Indonesia Mario Aji memacu kecepatan sepeda motornya dalam race Moto2 Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/10/2025). Mario Aji finis di urutan 20 sehingga gagal meraih poin dalam seri Moto2 Indonesia tahun ini, sementara Pembalap Italtrans Racing Team, Diogo Moreira menjadi juaranya. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Idemetsu Honda Team Asia Mario Aji meminta maaf setelah gagal finis (DNF) di Moto2 Thailand yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Minggu.

Super Mario yang menjalani balapan dari start urutan kesembilan harus mengalami crash setelah kehilangan keseimbangan di awal balapan.

“Saat ini tidak ada ‘seandainya’ atau ‘apa mungkin’. Ini sudah terjadi semua…Saya berterima kasih dan meminta maaf kepada tim,” tulis Mario Aji dalam laman Instagramnya, Minggu.

Pembalap bernomor 64 tersebut gagal melanjutkan balapan karena terjatuh di lap kedua dan dalam regulasi baru yang ditetapkan FIA, pembalap yang terjatuh dilarang menyalakan kembali mesinnya di area lintasan atau run-off.

Saat ini dengan hasil yang kurang maksimal, Super Mario ingin mengalihkan fokusnya untuk menatap seri selanjutnya.

Mario Aji kini akan menghadapi ajang seri kedua Moto2 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Autodromo, Brasillia pada 20 hingga 22 Maret mendatang.

“Terima kasih atas dukungan minggu ini untuk kami berdua! Ingin segera memulai di Brasil,” tulis Mario Aji.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mario Aji minta maaf setelah gagal finis di GP Thailand

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.