
Kementerian HAM mendorong pemberitaan berimbang antara kritik dan solusi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia mendorong media untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang antara pengungkapan masalah sosial dan penyampaian solusi pembangunan dalam rangka memperkuat kesadaran publik terhadap isu HAM.
Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan media memiliki peran penting dalam mengungkap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk berbagai bentuk pelanggaran dan ketimpangan sosial.
"Media juga harus mengungkap fakta adanya patologi-patologi sosial. Tentang kematian ibu, kematian anak, kemiskinan, pengangguran, tidak masalah dibuka," katanya di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, ia mengatakan pemberitaan media tidak hanya berhenti pada pengungkapan masalah, tetapi juga perlu mengangkat berbagai upaya penyelesaian dan langkah pembangunan yang dilakukan.
"Media juga harus mengampanyekan pembangunan, bagaimana hal-hal yang sifatnya kuratif, pencegahan, pre-emtif supaya kita bisa membangun Indonesia," ujar Pigai.
Menurut Pigai, peran tersebut penting agar media tidak hanya memotret persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan edukasi masyarakat.
Ia menambahkan media memiliki fungsi untuk melestarikan, memproteksi, serta memajukan nilai-nilai kemanusiaan melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
Dengan pendekatan tersebut, Pigai berharap media dapat memperkuat fungsi edukasi publik sekaligus mendorong kebijakan pembangunan yang lebih responsif terhadap persoalan HAM.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementerian HAM dorong pemberitaan berimbang antara kritik dan solusi
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
