
FGD "Pancasila Versi Gen Z" upaya tegakkan NKRI dan Pancasila

Yogyakarta (ANTARA) - Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pancasila Versi Gen Z" yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta sebagai upaya untuk mendengar, menyimak dan mencoba memahami spill generasi zilenial tersebut tentang Pancasila.
"Acara ini merupakan gelaran yang ke-9 Perhimpunan Warga Pancasila (PWP) dalam upaya untuk terus menegakkan NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45)," kata Sekretaris Umum PWP Saifudin Zuhri dalam keterangannya pada acara tersebut di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, ideologi Pancasila yang lahir dari sejarah masa lalu, pun ditafsir ulang oleh generasi Z ini. Akan tetapi, harus diakui, tafsir yang direkonstruksi Gen Z itu memiliki cara yang berbeda sesuai dengan era zamannya.
"Sebagai generasi penerus bangsa, Gen Z perlu didengar dengan seksama. Mereka mesti diberi ruang kebebasan berekspresi. Itulah proses sosial Gen Z menjadi subyek zamannya," katanya.
Terlebih, generasi Z Indonesia kini memang berada di persimpangan penting antara kecerdasan dan kegembiraan. Antara teknologi dan kemanusiaan.
Hal tersebut mencuat dari refleksi lintas generasi pada seminar Gen Z, AI : Cerdas dan Hore Hore dalam memperingati hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025 di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang diselenggarakan Perhimpunan Warga Pancasila.
Seminar yang dihadiri para peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat tersebut dengan tema tentang bagaimana generasi muda memaknai perubahan zaman di tengah derasnya arus kecerdasan buatan (Al).
Demikian halnya dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Apa tafsir Gen Z dalam memaknai Pancasila, sehingga kiranya hal itu perlu didengar sesuai dengan bahasa zaman. Sebab, kini bukan lagi era generasi muda diindoktrinas, apalagi dihakimi.
"Maka Perhimpunan Warga Pancasila kembali mengadakan agenda dengan pokok tema bahasan tentang generasi zilenial, sebagai upaya untuk menggali lebih dalam. Agenda ini sebagai"terusan" acara Seminar Gen Z di UKDW pada 28 Oktober 2025," katanya.
Dengan demikian, kata dia, sebagai generasi penerus bangsa ini, Gen Z perlu didengar dengan seksama. Generasi zilenial ini punya hak untuk mengekspresikan di ruang publik.
"Biarkan Gen Z spill apa yang ada di benaknya, berilah ruang kebebasan berekspresi supaya mereka speak up apa yang terlintas di alam pikiran mereka. Inilah proses sosial Gen Z menjadi subyek zamannya," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
