Jepang kaji kirim pasukan SDF untuk sapu ranjau di Hormuz

id Jepang ,Iran,AS,Israel,Selat Hormuz

Jepang kaji kirim pasukan SDF untuk sapu ranjau di Hormuz

Kapal tanker Suezmax Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah, termasuk di antara kapal pertama yang mencapai India setelah krisis Timur Tengah, terlihat di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, pada 12 Maret 2026, setelah berlayar melalui Selat Hormuz dari pelabuhan Ras Tanura di Arab Saudi. ANTARA/İmtiyaz Shaikh/Anadolu/pri.

Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, Minggu (22/3), mengisyaratkan kemungkinan pengiriman Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz, dengan syarat gencatan senjata terwujud dalam perang antara AS-Israel melawan Iran.

"Teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia," kata Motegi dalam sebuah program televisi.

"Katakanlah (pihak-pihak telah mencapai) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," tambahnya, merujuk pada potensi pengiriman SDF.

Baca juga: Iran ancam akan membalas jika fasilitas energinya diserang AS

Baca juga: Iran siap serang balik jika infrastrukturnya diserang AS-Israel

Motegi, yang hadir selama pembicaraan puncak Jepang-AS di Washington Kamis lalu, mengingat bagaimana Presiden AS Donald Trump mengangguk ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjelaskan batasan hukum Jepang dalam mengirimkan kapal dari angkatan pertahanannya.

Menlu Jepang itu mengatakan bahwa "tidak ada janji khusus" yang dibuat atau masalah apa pun yang harus dibawa Jepang kembali ke dalam negeri untuk dipertimbangkan.

Konflik tersebut telah meningkat menjadi konflik dengan implikasi yang lebih luas terhadap stabilitas di Timur Tengah dan pasokan energi global sejak pasukan AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.

Jepang bergantung pada kawasan tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, yang sebagian besar biasanya melewati selat tersebut.

Motegi secara terpisah mengatakan bahwa salah satu dari dua warga negara Jepang yang ditahan di Iran telah dibebaskan. Orang tersebut dibebaskan Rabu lalu dan naik pesawat dari Azerbaijan menuju Jepang, menurut menteri luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa individu tersebut, yang telah ditahan sejak Juni, tiba d Jepang pada Minggu dan tidak memiliki masalah kesehatan.

"Kami sedang berupaya untuk segera membebaskan individu lainnya," kata Motegi.

Sebuah organisasi nirlaba mengatakan bahwa warga negara Jepang lainnya adalah kepala biro Teheran dari lembaga penyiaran publik NHK, yang ditahan pada 20 Januari oleh otoritas setempat.

Pemerintah Jepang mengumumkan awal bulan ini bahwa dua warga negara Jepang ditahan, dan bahwa mereka telah meminta pembebasan mereka lebih awal.

Sumber: Kyodo






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang kaji pengerahan pasukan SDF untuk sapu ranjau di Selat Hormuz

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.