Logo Header Antaranews Jogja

Turki usulkan gencatan senjata sementara di Timur Tengah

Selasa, 24 Maret 2026 10:15 WIB
Image Print
Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di area perumahan di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati/pri.

Ankara (ANTARA) - Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah agar proses perundingan dapat dimulai, demikian laporan Middle East Eye, Senin (23/3).

Mengutip sumber diplomatik Turki, negara tersebut berupaya meredakan konflik dengan berkomunikasi baik bersama Amerika Serikat dan Iran serta menjajaki perundingan demi mencapai kesepakatan, kata laporan media yang berbasis di Inggris itu.

Kementerian Luar Negeri Turki tengah membangun kelompok perundingan dengan mitra-mitra di Eropa, Timur Tengah, dan regional lain untuk melawan pengaruh Israel dan membantu mengakhiri konflik, kata sumber kepada situs web media tersebut.

Di saat yang sama, sumber tersebut juga menyoroti keraguan Ankara akan kelangsungan kesepakatan gencatan senjata jangka panjang serta komitmen Israel untuk tidak melancarkan serangan lagi ke Iran.

Disampaikan pula bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran benar-benar menghentikan program pengayaan uranium mereka menjadi batu sandungan besar dalam upaya negosiasi.

Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.

Amerika dan Israel awalnya mengeklaim serangan tersebut diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian jelas bahwa mereka sebenarnya menginginkan pergantian kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Turki usulkan gencatan singkat demi negosiasi akhiri konflik Timteng



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026