
Selat Hormuz ditutup, GCC desak DK PBB lindungi jalur maritim

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Mohammed Al Budaiwi mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keamanan navigasi internasional, di tengah terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz.
"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis.
Baca juga: DK PBB siap voting Resolusi Selat Hormuz, paling cepat 3 April 2026
Baca juga: Trump desak NATO berani kirim kapal militer ke Selat Hormuz
Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.
Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Selat Hormuz ditutup, GCC desak DK PBB lindungi jalur maritim
Pewarta : Yashinta Difa
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
