Sleman (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat di wilayah itu untuk mawas diri dalam setiap pengambilan kebijakan.
"Semangat Idul Fitri bisa menjadi dorongan batin dalam menghadapi berbagai tantangan serta pentingnya prinsip 'Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku', yakni selalu mawas diri dalam setiap pengambilan kebijakan," kata Sultan saat memberikan arahan pada kegiatan Syawalan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa.
"Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik, karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada, seiring prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku," katanya.
Pada kesempatan tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama Bulan Ramadan seharusnya terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
la menuturkan bahwa momentum syawalan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan, kesabaran, serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Dengan semangat Idul Fitri, kekusutan hubungan antarsesama akan diurai kembali. Saya berharap syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan ketugasan," katanya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Harda Kiswaya juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin.
"Momentum syawalan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah," katanya.
Bupati Sleman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurut dia, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu merespon dinamika secara cepat dan tepat.
"Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang profesional dan berintegritas," katanya.
Harda juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman.
Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi jabat tangan antara Bupati Harda Kiswaya beserta seluruh jajaran Pemkab Sleman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sebagai simbol keharmonisan dan sinergi antar pemerintah daerah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur DIY ajak masyarakat mawas diri dalam mengambil kebijakan
