Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengingatkan mitra hingga relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak overacting (terlalu berlebihan) ketika menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pengusaha baru.
"(Melalui Program MBG) ya tentu pertama, tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru produk SPPG, produk BGN ini yang kita rasakan. Ada juga yang overacting tentu saja, tetapi, ya tolong lah, semua itu bagian dari dinamika kita pahami. Namun, saya ingatkan supaya tidak terulang lagi, sehingga salah paham dan tidak produktif," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis.
Oleh karena itu Menko Muhaimin menegaskan kepada para pengusaha baru untuk tetap bersyukur dan menumbuhkan kreativitas yang produktif agar turut menyukseskan program peningkatan gizi nasional tersebut.
"Syukuri, tumbuhkan kreativitas dan inovasi tanpa harus kemudian menjadi kontroversi. Jadi, MBG adalah hak seluruh anak Indonesia, harus sesuai dengan tujuan utamanya untuk memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta-peserta didik," ujarnya.
Menko Muhaimin menegaskan pembangunan SPPG tentu tidak mudah, membutuhkan berbagai kesiapan, persiapan, hingga penyempurnaan.
Untuk menjalankan operasional MBG, lanjutnya, SPPG tentu juga menghadapi berbagai tantangan hingga kesulitan yang tidak mudah, tetapi, hal tersebut perlu menjadi pelajaran bagi SPPG agar terus melakukan perbaikan.
"Setiap hari, uang Rp1 triliun mengalir ke daerah, kalau kita lihat di media sosial dan banyak yang datang ke kantor ini, rasa syukur banyak disampaikan oleh para pengusaha, saking perhatiannya, kadang-kadang flexing (pamer) juga di media sosial, jadi masalah hingga blunder, dan lain sebagainya, tetapi itu biasa, salah satu dari menjalankan perintah agama, kalau ada nikmat maka bercerita akan menggambarkan flexing-nya," tutur Menko Muhaimin Iskandar.
Namun demikian ia menilai melalui Program MBG, Presiden Prabowo Subianto telah menjalankan politik anggaran yang benar melalui kebijakan pengeluaran negara yang berdampak langsung dan bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat dalam jumlah besar.
"Politik anggaran yang berdampak langsung sangatlah tepat melalui Program MBG, dimana tidak sedikit yang mendapatkan manfaat. Masih banyak anak-anak kita yang belum bisa mendapatkan makanan bergizi dalam kebutuhan sehari-hari. Saya berkunjung ke Sukabumi, Jawa Barat, sejak ada Program MBG baru merasakan (makanan bergizi), begitu pula di berbagai daerah Jawa Timur," papar Menko Muhaimin Iskandar.
Ia menambahkan para peserta didik di pesantren yang mayoritas dari Desil 1 dan 2 atau keluarga miskin-miskin ekstrem, gizinya mulai terpenuhi sejak ada MBG.
"Saya termasuk awal-awal yang menggerakkan agar pesantren-pesantren mendapatkan akses MBG ini dan Alhamdulillah, berjalan dengan sangat baik. Efek domino MBG ini telah menjelma secara pasti, mungkin memang belum sempurna karena membutuhkan waktu, tetapi perputaran dari semua dapur itu begitu cepat, maka pasar yang bicara, tetapi, lambat laun ekosistem MBG ini harus menjadi komitmen kita untuk peningkatan kualitas gizi bangsa lebih baik," tutur Menko PM Muhaimin Iskandar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PM ingatkan mitra dan relawan SPPG tak "overacting" jalankan MBG
