Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berkoordinasi penuh dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) demi memastikan keamanan dan keselamatan jamaah haji 2026, salah satunya dengan memberi imbauan terkait jalur penerbangan.
Disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah, penerbangan dan keberangkatan Haji tahun ini dipastikan tetap berlangsung sesuai rencana pemerintah Arab Saudi meski dengan dinamika konflik di Teluk Persia yang berdampak pada negara-negara di kawasan.
“Bagi pengelola perjalanan jamaah haji, untuk penerbangannya diusahakan menghindari wilayah-wilayah konflik, mengingat akan ada penerbangan haji langsung ke Jeddah,” kata Heni usai taklimat media di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan bahwa koordinasi antara Kemlu dengan Kemenhaj untuk haji tahun ini berjalan sangat baik, dengan pembaruan informasi terkait persiapan haji di Arab Saudi secara berkala disampaikan Kemenhaj kepada Kemlu, maupun sebaliknya.
Koordinasi tersebut semakin optimal dengan adanya Kantor Urusan Haji yang bertugas di bawah KJRI Jeddah, ucap Heni, menambahkan.
Adapun Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan bahwa keberangkatan haji dari Indonesia tahun ini akan diawali dengan berangkatnya petugas yang mengawal jamaah di daerah-daerah kerja (daker) mereka di Arab Saudi.
“Jadwal keberangkatan PPIH Arab Saudi tahun 2026 dimulai dengan keberangkatan tim advance pada tanggal 13 April 2026. Dilanjutkan keberangkatan Daker Bandara dan Daker Madinah pada tanggal 17 dan 18 April 2026,” ujar Menhaj saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4).
Selanjutnya, kata dia, petugas Daker Makkah akan diberangkatkan secara bertahap pada 22 dan 23 April 2026 untuk memastikan kesiapan layanan jamaah di Tanah Suci. Sementara itu Amirul Hajj dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026.
Selain itu Kemenhaj telah menjadwalkan jamaah calon haji kelompok terbang pertama masuk asrama haji pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
Diketahui, Indonesia mendapatkan kuota haji resmi sebanyak 221.000 orang pada 2026, yang terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemlu-Kemenhaj imbau Jalur haji hindari daerah konflik di Teluk Persia
