Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah terima sentimen risk-off akibat ketidakpastian di Timur Tengah

Jumat, 24 April 2026 14:00 WIB
Image Print
Reza Pahlavi, seorang pemimpin oposisi politik Iran di pengasingan dan putra Mohammad Reza Pahlavi, Shah Iran yang digulingkan, pergi setelah dilempari dari belakang dengan zat berbahan dasar tomat oleh seorang penyerang setelah Pahlavi berbicara kepada media pada 23 April 2026 di Berlin, Jerman. Pahlavi berada di Berlin untuk bertemu dengan anggota parlemen Jerman. ANTARA/Halil Sağırkaya/Anadolu/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kurs rupiah masih menerima sentimen risk-off akibat ketidakpastian potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dengan Iran di Timur Tengah.

“Sentimen ini dipicu oleh laporan bahwa Gedung Putih masih menunggu respons Iran sebelum memulai negosiasi perdamaian. Investor menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal masih tingginya ketidakpastian terkait proses perdamaian,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi menguat 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.280 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS.

Mengutip Sputnik, pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, Pakistan, meski berakhir tanpa kesimpulan.

Seusai gagal mencapai kesepakatan, AS menyatakan akan mulai memblokade kapal-kapal yang akan masuk dan keluar pelabuhan Iran.

Setelah gencatan senjata selama dua pekan berakhir, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil melanjutkan blokade, menambahkan bahwa pembicaraan damai dengan Iran "mungkin" terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Baca juga: Tolak gencatan senjata sementara, Iran ingin akhiri perang Timteng

Baca juga: AS desak warganya segera tinggalkan Iran

Adapun Iran sendiri sebenarnya siap melanjutkan negosiasi untuk mencapai perdamaian, tetapi meragukan ketulusan dari AS, sebagaimana disampaikan Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali yang diwartakan Xinhua.

Jika ingin melakukan perundingan, AS diminta oleh Iran agar praktek negosiasi tak didasarkan pendiktean syarat, melakukan penipuan, atau sengaja memperpanjang proses negosiasi.

Melihat sentimen global, rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) awal AS periode April 2026 lebih kuat dari perkiraan.

S&P Global US Manufacturing PMI naik ke 54,0 dari 52,3, melampaui ekspektasi 52,5, sementara Services PMI rebound ke 51,3 dari 49,8, juga lebih tinggi dari proyeksi 50,6.

Rilis itu mencerminkan ketahanan ekonomi AS di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Di sisi lain, Initial Jobless Claims AS untuk pekan yang berakhir 18 April 2026 secara mengejutkan meningkat menjadi 214 ribu dari 208 ribu pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.225-Rp17.350 per dolar AS.






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah terima sentimen risk-off akibat ketidakpastian di Timur Tengah



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026