Logo Header Antaranews Jogja

Trump dilaporkan akan perpanjang blokade terhadap Iran

Rabu, 29 April 2026 11:15 WIB
Image Print
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri.

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menginstruksikan para stafnya untuk menyiapkan blokade lebih lanjut terhadap Iran.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS menyebutkan bahwa dalam sejumlah pertemuan terbaru, Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah lalu lintas pelayaran ke dan dari pelabuhan negara tersebut.

Menurut para pejabat, Trump menilai opsi lain seperti melanjutkan pemboman atau menarik diri dari konflik memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan mempertahankan blokade.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap kepentingan AS di kawasan, termasuk di sejumlah negara Teluk.

Baca juga: Sekjen PBB desak AS, Iran segera buka Selat Hormuz

Baca juga: AS kembangkan opsi serangan baru ke Iran jika kesepakatan gagal

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, disusul pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, yang berakhir tanpa kesepakatan.

Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal dari Iran.

Pada Senin, Trump mengisyaratkan bahwa ia kemungkinan tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang, setelah Teheran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pembahasan program nuklir ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.

Sumber: Anadolu





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump dilaporkan akan perpanjang blokade terhadap Iran



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026