Logo Header Antaranews Jogja

Kemendukbangga memperkuat perlindungan "daycare" melalui Program Tamasya

Sabtu, 2 Mei 2026 23:42 WIB
Image Print
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait penanganan kasus daycare di Yogyakarta dan penguatan sistem perlindungan anak di Jakarta pada Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat sistem pengasuhan dan perlindungan anak di tempat penitipan anak atau daycare melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait penanganan kasus daycare di Yogyakarta dan penguatan sistem perlindungan anak di Jakarta pada Kamis (30/4).

"Kami memiliki program prioritas yang dinamakan Tamasya, yang menjadi salah satu upaya untuk memastikan pengasuhan anak dilakukan secara optimal," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Isyana menjelaskan, Tamasya merupakan bentuk penguatan layanan pengasuhan anak yang aman, ramah, dan berkualitas, yang hadir dengan landasan kuat, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2045 yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi perempuan.

“Kami ingin mendorong peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan, sehingga keberadaan tempat penitipan anak yang berkualitas menjadi sangat penting," ucap Isyana.

Ia juga menekankan, Tamasya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai layanan pendampingan pengasuhan yang holistik.

"Tamasya memberikan pendampingan kepada pengasuh, anak, serta orang tua dan keluarga, termasuk layanan rujukan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut," tuturnya.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 3.300 layanan Tamasya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Tim Pendamping Keluarga.

Dalam konteks penguatan sistem perlindungan anak, Isyana menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengasuh serta pengawasan yang terintegrasi.

"Kami terus meningkatkan kapasitas pengasuh, termasuk melalui kelas daring seperti ‘Tamasya di Kerabat’, agar orang tua dan pengasuh memiliki pemahaman yang memadai terkait pola pengasuhan yang aman dan sesuai perkembangan anak," ucap Isyana.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga tengah mengembangkan aplikasi digital untuk mendukung pengawasan dan pemantauan layanan Tamasya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian/lembaga dalam penyelenggaraan layanan TPA. Menurut dia, sejumlah program serupa dari berbagai kementerian, seperti Taman Asuh Sejahtera, Taman Asuh Ceria, serta layanan penitipan anak di sektor pendidikan, perlu diintegrasikan.

"Kita perlu menyinergikan berbagai program yang ada, baik dari sisi standar, sistem informasi, maupun pembagian peran, agar tidak terjadi tumpang tindih dan justru saling melengkapi," ujar Pratikno.

Penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga diharapkan mampu menghadirkan sistem layanan pengasuhan anak yang lebih terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang semakin solid, berbagai program yang telah berjalan dapat saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus memastikan tersedianya layanan tempat penitipan anak yang aman, ramah, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak Indonesia.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026