Logo Header Antaranews Jogja

Prabowo perintahkan kampus jadi asisten pemda jalankan gerakan ASRI

Senin, 4 Mei 2026 20:13 WIB
Image Print
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (4/5/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mengerahkan kampus-kampus agar dapat bertindak sebagai “asisten” pemerintah daerah (pemda) dalam menjalankan gerakan nasional aman, sehat, resik, indah (ASRI).

Dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam, Brian menyebut Presiden Prabowo meminta laporan terkait keterlibatan kampus dalam gerakan nasional ASRI tersebut.

“Bapak Presiden telah memberikan petunjuk dan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus-kampus, terutama bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, misalnya penanganan sampah, kerapian, terkait dengan program ASRI Bapak Presiden, bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-back up oleh kampus-kampus, peneliti, guru-guru besar,” kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas rapat bersama Presiden.

Brian lanjut menyebutkan bidang-bidang keilmuwan yang diharapkan dapat membantu pemerintah daerah misalnya, arsitektur untuk tata kota, kemudian teknik lingkungan dan teknik mesin untuk membantu penanganan sampah.

“Jadi, Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Jadi diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” ujar Brian.

Oleh karena itu, Brian menyebut dirinya akan segera memanggil kampus-kampus dari berbagai daerah, misalnya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk membentuk tim yang berperan memberi masukan dan rekomendasi kepada kepala daerah di daerahnya masing-masing untuk pelaksanaan gerakan ASRI.

“Ini sesuai juga, sejalan dengan program kami, Kemendiktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing. Tadi, Bapak Presiden minta (keterlibatan kampus, red.) lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” kata Brian Yuliarto.

Di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin siang sampai dengan sore hari, Presiden Prabowo memanggil beberapa jajarannya. Tidak hanya Mendiktisaintek, ada juga Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto, kemudian Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa, dan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny Kairupan.

Wamenhan Donny dan CTO Danantara Sigit keluar kompleks Istana lebih dulu, tetapi keduanya enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia Glenny keluar kompleks Istana dari pintu yang tidak dapat diakses oleh wartawan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo perintahkan kampus jadi asisten pemda jalankan gerakan ASRI



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026