
Rp50 ribu untuk jaga nyawa di perlintasan sebidang

Butuh disiplin masyarakat
Sementara itu, pengamat transportasi, Darmaningtyas, menilai peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan masyarakat.
Menurut dia, langkah utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki fasilitas perlintasan sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna jalan.
“Yang pertama bangun perlintasan sebidangnya. Yang kedua mengedukasi warga, patuhilah palang pintu itu,” kata Darmaningtyas.
Ia menegaskan masyarakat harus mematuhi rambu dan peringatan yang ada, termasuk berhenti ketika sirine berbunyi dan palang pintu mulai ditutup.
“Kalau suara sirine dan palang pintu sudah berbunyi ya berhentilah, jangan menerobos gitu ya,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas penyeberangan yang memadai oleh pemerintah agar masyarakat tidak menggunakan jalur ilegal.
Menurut Darmaningtyas, perlintasan liar kerap muncul akibat kebutuhan akses yang tidak terpenuhi.
“Memang perlintasan itu tidak semuanya diciptakan oleh pemerintah. Ada yang muncul dari inisiatif masyarakat atau developer,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab penanganan perlintasan harus disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.
Meski demikian, ia mengkritik lemahnya konsistensi pengawasan terhadap perlintasan liar.
Karena itu, ia menekankan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat tercapai melalui kombinasi infrastruktur yang memadai dan perilaku masyarakat yang disiplin.
Pembangunan fisik, menurutnya, harus berjalan seiring dengan edukasi agar masyarakat tidak melanggar aturan.
Ia juga menilai keberadaan perlintasan liar tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, sebab banyak yang muncul akibat kebutuhan akses masyarakat atau pengembangan kawasan.
Melihat berbagai persoalan itu, maka pembangunan underpass, pengawasan, dan edukasi adalah jalan keluar yang tak bisa ditunda. Hingga hari ini, di banyak titik yang luput dari perhatian, keselamatan masih dititipkan pada sosok-sosok sederhana.
Salah satunya adalah penjaga perlintasan liar yang dengan upah tak seberapa, berdiri menghadang risiko yang tak pernah bisa mereka jadwalkan. Bagi mereka, satu kelengahan bukan sekadar kesalahan, melainkan kehilangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 50 ribu Rupiah untuk jaga nyawa di perlintasan sebidang
Pewarta : Luthfia Miranda Putri
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
