Pemkab Bantul gandeng sekolah kenalkan sektor pertanian sejak dini

id DKPP Bantul ,Kenalkan sektor pertanian ,Sejak usia dini

Pemkab Bantul gandeng sekolah kenalkan sektor pertanian sejak dini

Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menggandeng sekolah-sekolah di daerah tersebut guna mengenalkan sektor pertanian sejak dini kepada siswa atau pelajar.

"Untuk regenerasi pertanian kita telah menjalin komunikasi, kerja sama dengan sekolah, karena kita ada kegiatan di tahun 2026 ini kenalkan sektor pertanian kepada anak anak usia dini," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo di Bantul, Selasa.

Ia mengatakan kerja sama dengan satuan pendidikan tersebut dilakukan di antaranya dengan salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kecamatan Pandak, yang nantinya dilibatkan dalam praktek budi daya tanaman pertanian di sekolah dasar.

Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan calon generasi muda tersebut dapat memahami apa saja perawatan untuk tanaman pertanian yang harus dilakukan, sehingga dapat melanjutkan sektor pembangunan pertanian di Bantul.

"Jadi di tahun 2026 ini di sekolahan sekolahan akan ada praktik cara bercocok tanam mungkin tanaman cabai, tomat, terong agar bisa memperkenalkan sektor pertanian dan bagaimana cara menanam sejak dini," katanya.

Baca juga: Kementan ajukan tambahan Rp5,1 triliun pulihkan pertanian Sumatera

Menurut dia, dengan langkah tersebut juga harapannya ke depan terjadi regenerasi sumber daya manusia (SDM) pertanian oleh generasi muda, mengingat saat ini petani petani yang bergelut dalam usaha tani sebagian masih didominasi orang tua.

"Kalau untuk generasi muda di masing masing kecamatan sudah ada petani milenial, sampai tingkat kelurahan. Namun kalau jumlah saya tidak hafal, tetapi tersebar di seluruh kecamatan Bantul," katanya.

Ia juga mengatakan generasi muda atau petani muda tersebut berkantor di sekretariat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang terdapat di masing masing kecamatan, mereka juga mendapat pembinaan dari senior dan penyuluh pertanian.

"Di masing-masing kecamatan ada asosiasi petani milenial. Dan harapan kami generasi muda atau petani milenial ini ke depan bisa membantu mengoperasikan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah bagi Gapoktan," katanya.

Baca juga: Prabowo: Tim pertanian contoh kerja pemerintah yang membanggakan

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp300 triliun untuk KUR di 2026

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.