
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Fajar Gegana menyayangkan sebanyak 18 guru non-Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kulon Progo mengundurkan diri karena kesejahteraan guru sangat rendah.
"Melihat fenomena guru yang mengundurkan diri, kami sangat menyayangkan hal ini," kata Fajar di Kulon Progo, Rabu.
Ia mengatakan kesejahteraan guru masih jauh dari kata sejahtera. Kekurangan guru menjadi masalah utama di pendidikan, ini malah guru pada mengundurkan diri karena jauh dari kata sejahtera.
"Kami berharap ada evaluasi di semua tingkatan pendidikan. Mohon dinas terkait evaluasi dan bagaimana solusi ke depan," katanya.
Menurut politisi PDIP dari Dapil Kulon Progo mengatakan mundurnya guru-guru non ASN di Kulon Progo adalah preseden buruk untuk dunia pendidikan. Untuk itu semua pihak harus memperhatikan ini. Di satu sisi guru yang mundur mau ikut kerja di SPPG ini juga hal yang tidak pas.
"Kalau sebetulnya lebih baik mereka mendirikan bimbingan belajar untuk anak-anak. Hari ini bimbingan belajar maupun les privat bisa menjadi alternatif pekerjaan untuk para pendidik,' katanya.
Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto membenarkan ada 18 dari 305 guru non ASN berstatus Jasa Layanan Orang Perorangan (JLOP) yang mundur.
“Itu merupakan pilihan pribadi mereka dan kami tidak bisa mengintervensi,” katanya.
Fenomena ini menjadi cermin tantangan besar dunia pendidikan daerah, bagaimana memastikan kesejahteraan guru sekaligus menjaga keberlangsungan layanan pendidikan bagi generasi muda.
Pewarta : SP
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
