Logo Header Antaranews Jogja

Kemenhaj bakal perketat skrining terhadap jamaah calon haji

Jumat, 8 Mei 2026 21:22 WIB
Image Print
Konferensi pers Satgas Pencegahan Haji Ilegal di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah bakal memperketat skrining terhadap profil jamaah calon haji Indonesia untuk mencegah adanya kasus anggota jamaah yang dipulangkan karena masuk dalam daftar hitam atau dicekal Pemerintah Arab Saudi.

“Kita tekankan kepada jamaah apabila ada yang termasuk dalam daftar cegah atau daftar cekal ya, cegah dan tangkal, agar segera menginformasikan kepada kami. Jadi, sejak awal bisa kita antisipasi,” ujar Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Rizka Anungnata di Jakarta, Jumat.

Rizka mengatakan dalam masa operasional pemberangkatan haji 2026 ada anggota jamaah yang dicekal oleh otoritas Arab Saudi karena sebelumnya pernah melakukan pelanggaran. Peserta haji itu dilarang masuk ke wilayah Saudi untuk sementara waktu.

Jenis pelanggaran yang dimaksud yakni overstay atau melebihi batas izin tinggal ketika pernah berada di Arab Saudi.

Menurut Rizka, Kemenhaj tengah memperkuat koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan menyiapkan mekanisme koordinasi bersama terkait data jamaah yang masuk daftar pencegahan.

"Ke depan akan kita bisa mintakan karena kita sudah koordinasi akan membentuk board bersama gitu terkait dengan jamaah ini. Sehingga ke depan akan lebih terantisipasi terkait dengan jamaah yang masuk dalam daftar cegah mereka," kata dia.

Rizka mengatakan langkah ini dilakukan agar Kemenhaj dapat mengetahui lebih awal alasan seseorang masuk daftar hitam, durasi pencegahan, hingga kemungkinan bantuan hukum yang bisa diberikan.

“Kita harus tahu masalahnya apa, cegahnya sampai kapan, dan kira-kira apa bantuan hukum yang perlu kita lakukan terhadap anggota jamaah ini,” ujar dia.

Sementara itu, Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri dan Organisasi Internasional Kemenimipas Tessar Bayu Setyaji mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan ketat guna mencegah keberangkatan haji ilegal.

Menurut dia, berbagai macam modus dilakukan agar bisa terbang ke Arab Saudi. Bahkan, ditemukan pula WNI yang akan transit di negara tetangga kemudian berangkat ke Saudi. Tujuannya agar tidak tercium oleh keimigrasian di dalam negeri.

“Kemudian untuk penumpang umum di luar haji reguler, tentunya di musim haji, imigrasi pasti akan lebih selektif. Apalagi yang berangkat langsung ke Arab Saudi. Namun, tidak menutup kemungkinan wilayah negara-negara lain juga menjadi konsentrasi dari petugas imigrasi juga karena berbagai macam modus,” katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj bakal perketat skrining terhadap jamaah calon haji



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026