Logo Header Antaranews Jogja

PP Aisyiyah inisiasi 116 posbankum atasi kekerasan terhadap perempuan

Senin, 18 Mei 2026 20:40 WIB
Image Print
Konferensi pers Pimpinan Pusat PP Aisyiyah di Yogyakarta. Senin (18/5/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah menginisiasi untuk membentuk sebanyak 116 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh wilayah Indonesia dalam upaya mencegah dan mengatasi problem kekerasan terhadap perempuan.

"Aisyiyah menginisiasi posbankum sebagai lembaga layanan yang mengupayakan penyadaran hukum, penguatan paralegal di komunitas hingga pendampingan hukum bagi korban kekerasan," kata Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayyinah di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sebanyak 116 posbankum Aisyiyah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia akan diresmikan bersamaan dengan momentum Milad ke-109 PP Aisyiyah, yang telah menjadi tonggak penting bagi gerakan perempuan Islam di Indonesia tersebut.

Dia mengatakan inisiatif posbankum sejalan dengan penguatan reformasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia sebagaimana ditekankan dalam kebijakan pembangunan nasional, khususnya penguatan layanan bantuan hukum di tingkat desa dan kelurahan.

"Penguatan posbankum menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang diwujudkan melalui perlindungan hukum yang berkeadilan, aksesibel, dan melindungi kelompok rentan," katanya.

Dia mengatakan Milad ke-109 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran Aisyiyah dalam menghadirkan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam melalui kerja-kerja nyata kemanusiaan.

"Melalui penguatan dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta perluasan akses keadilan melalui posbankum, Aisyiyah berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat Indonesia yang adil damai dan berkeadaban," katanya.

Lebih lanjut Salmah mengatakan data global menunjukkan meningkatnya kekerasan berbasis konflik termasuk kekerasan seksual dan meningkatnya jumlah pengungsi perempuan dan anak.

Kondisi tersebut, kata dia, mempertegas pentingnya kehadiran gerakan masyarakat sipil, termasuk organisasi perempuan dalam menghadirkan solusi berbasis kemanusiaan dan keadilan sosial.

"Dalam situasi global yang diwarnai meningkatnya kekerasan dan konflik perempuan menjadi kelompok yang paling rentan sekaligus penggerak penting dalam membangun perdamaian," katanya.

Oleh karena itu, gelar refleksi Milad ke-109 Tahun pada 19 Mei 2026, Aisyiyah merefleksikan perjalanan yang berusia lebih dari satu abad dengan mengangkat tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian".

"Tema tersebut menegaskan komitmen Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan dalam menghadirkan nilai Islam rahmatan lil alamin yang menebarkan kedamaian, kasih sayang serta perlindungan bagi seluruh umat manusia," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026