Logo Header Antaranews Jogja

Kemenhaj mematangkan skema pergerakan jamaah saat puncak haji

Selasa, 19 Mei 2026 19:41 WIB
Image Print
Jamaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan Shalat Maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Citro Atmoko/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah mematangkan skema pergerakan jamaah pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna memastikan pelayanan, pelindungan, dan mobilitas berjalan aman, tertib, dan terkendali.

“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jamaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Selasa.

Hingga hari ke-29 operasional haji 2026, tercatat 481 kloter dengan 186.041 orang dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sebanyak 472 kloter dengan 182.332 orang dan 1.888 petugas telah tiba di Makkah.

Kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah tercatat 208 kloter dengan 79.945 orang dan 832 petugas. Jamaah calon haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi 13.180 orang.

Maria menjelaskan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin (25/5) secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 Waktu Arab Saudi. Jamaah ditargetkan telah diberangkatkan menuju Arafah pada pukul 24.00 WAS.

“Jamaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” katanya.

Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Selepas magrib, jamaah diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS. Bagi jamaah dengan skema murur, perjalanan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

Pergerakan jamaah non-murur dari Muzdalifah menuju Mina dimulai pukul 23.00 hingga 07.00 WAS pada 10 Zulhijah. Setibanya di Mina, jamaah akan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS, kemudian kembali ke tenda untuk mabit.

“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jamaah yang memiliki uzur,” kata dia.

Pada 11 hingga 13 Zulhijah, jamaah menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal. Jamaah nafar awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Zulhijah, sementara nafar tsani pada 13 Zulhijah.

Ia menegaskan keberhasilan Armuzna tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan jamaah.

“Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” kata Maria.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj matangkan skema pergerakan jamaah saat puncak haji



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026